Advertisements
 

Sekadar Di Tangga Pentas

Oktober 15, 2010

Di tangga pentas
menggertak menggegar
ramai berdendang
menuntun di tangga kambing
jerihlah bibir-bibir mengukir
bersimpang siur seloka-seloka
liuk gemalai merdu
di seli nista sumbang
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.

Tiba-tiba ramai berkebun
bertanamlah cili mereka
ada yang tanam tebu
ada yang tanam belimbing
ada yang kekal menanam sirih
beraya berkunjung
menyendeng tanaman mereka
entahkan harapan jelata
entahkan bala menimpa.

Senyum kambing
di tangga kambing
kecundang bertandang
terus kecundang
surai bersalamlah mereka
meninggalkan pentas
meninggalkan tangga kambing.

Moga-moga reda di persada.

HaizamOLEK
20703102010

Nama Pena: HaizamOlek
Email: Haizam1@yahoo.com
URL : http://haizamolek.wordpress.com/

Advertisements

Sajak: Hanyut aku, kekasihku!

Ogos 13, 2010

Hanyut aku, Kekasihku!
Hanyut aku!
Ulurkan tanganMu, tolong aku
Sunyinya sekelilingku!

Tiada suara kasihan,
Tiada angin mendingin hati,
Tiada air menolak ngelak,
Dahagakan kasihMu,
Hauskan bisikMu,
Mati aku disebabkan diamMu.

Langit menyerkap,
Air berlepas tangan, aku tenggelam.

Tenggelam dalam malam
Air di atas menindih keras
Bumi di bawah menolak ke atas
Mati aku, Kekasihku, mati aku!


Sajak Puisi | Perjumpaan

Mei 4, 2010

PERJUMPAAN

Waktu kujumpa
Dan tanganmu dalam genggamanku
Seraya mengucap lirih namamu
Kau ucap sebuah nama

Tatapan yang penuh arti
Menggambarkan keindahan
Dengan sorot mata penuh makna
Yang saat itu aku tak mengerti

Tersipu kadang
dengan tangan gemetar
Kulepas dari genggamanku
Dan kusudahi detik itu
Dengan membawa makna
dan sejuta arti.

Nukilan:
Rek
Jakarta, 03 Mei 2010
http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/


Sajak : Mereka Kata

April 26, 2010

Mereka kata wanita itu
perhiasan dunia
maka jadilah perhiasan yang benar-benar berharga dan berguna
jangan hanya cantik diluar tetapi buruk didalam

Mereka kata wanita itu
ibarat epal
maka jadilah epal yang tinggi kedudukan nya
bukan yang berguguran ditanah
yang mudah dimiliki oleh sesiapa

Mereka kata wanita itu persis mawar
maka jadilah mawar yang mekar mengharumi
bukan yang layu sebelum kembangnya

Mereka kata wanita itu persis mutiara di dasar laut dalam
maka jadilah mutiara yang benar-benar berharga
sesungguhnya hanya yang mampu membeli mutiara
bisa memilikinya

Mereka kata wanita itu ibarat permata
maka jadilah permata yang tulen
bukan kaca mudah dilihat di mana-mana
sesungguhnya kerdipan permata dan kaca itu hampir sama
hanya yang benar-benar bijaksana
yang tidak tersalah memilihnya

Nama Pena: qirabella
Email: syaqira_90@yahoo.com.my


Puisi Surat Marni Buat Suaminya

April 14, 2010

Suamiku tercinta , sedang apa
aku tahu sayang sedang duka
dan masih tetap tidak punya apa apa
tapi maaf sayang , aku harus cerita
tentang anakmu layu
yg 3 hari ini sudah tidak minum susu
tubuhnya jdi lemah haru membiruu

Sayangku, lebih keraslah bekerja
aku tidak mau kamu bergantung pada mereka
mereka yg disana berpura jadi wakil kita
lalu tidak tahu dan tidak mau tahu
tentang anak kita yg tidak pnya susu
suamiku . tolong anakmu
anakmu rapuh sudah tidak bergizi

Mereka suruh kita pilih mereka jadi orang nomer satu
suruh kita buat diam
dibodohi biar jadi orang tidak tahu
tapi aku muak sayang
muak sama janji bintang bintangnya
suamiku sayangku , maafkan aku membebanimu
hnya kamu tumpuanku
negeriku sudah acuh padaku dan anaku

Suamiku sayang , kita korban
yg tetap tidak berubah di fase lima tahunan
sayang , katakan pada dia
bagaimana kau kayuh becakmu
atau bagaimana kau keruk pasir sampai senduu
juga bau keringat busukmu pada sekujur badanmu

Dan katakan kau lelah
lelah disebut orang susah
kemudian katakan kau sudah rajin kerja hmpir mati
tapi nasibmu jauh dari berubah
lalu sayang katakan kmu mau seperti pak menteri
kerja seminggu lima hari
tidak tahu diri bergaji tinggi

Suamiku . tolong anakmu
anakmu layu
anakmu rapuh sudah tidak bergizi

Nukilan:
dios


(Sajak) Kalam Timur

Februari 20, 2010

Agama di kepala
bangsa di dada
tanah air di rasa
geletar dalam petaka
sakit teriak tangis di panggung tragis
pentas makin terbuka
di tangan onar petualang
wayang seancak berpesta
dalang bertukar pendusta
geger di bendul demokrasi
cendekia hilang peri.

Di manakah kalam timur?
unjuk muka keluar bertempur
buka mulut khabarkan warta
kebenaran luka duka bangsa
durjana kian berani memusnah
makmur nusa akan punah ranah
baca, baca, tulis hakikat sejarah
pegang kitab suci fahami sirah.

A AZIZ DERAMAN
Kuala Terengganu


Puisi Chairil Anwar – Penerimaan

Januari 26, 2010

Penerimaan – Chairil Anwar

Jika kau mau, kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Jika kau mau, kuterima kau kembali
Tapi untukku sendiri
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

(Chairil Anwar, Maret 1943)