Advertisements
 

Puisi Perpaduan Melayu: SEMANGAT WAJA

Februari 27, 2015

Puisi Perpaduan Melayu: SEMANGAT WAJA

SEMANGAT WAJA

Bangkitlah roh perpaduan
kita demi menegak kebenaran
dan menebas kebatilan itu
mari kita lupakan perbezaan
dan rapatkan barisan
menyusun agenda.

Tegakkan maruah bangsa kita
yang tercalar dan tercalar
bangkitlah kita daripada
kehancuran
yang menyesatkan atas nama
tiang agama suci
ayuh tanamkan tekad melawan
godaan yang menggelincirkan
akidah.

Biar mereka terpegun
biar mereka sedar
kitalah warga terbilang
di tanah pusaka tercinta ini.

NR RAHIM

Advertisements

Sajak : Mengemis Kasih Di Kaki Lima

September 22, 2010
Pengemis Jalanan
Izinkan aku beradu di sini
Berbumbungkan langit
Berselimutkan dingin sembilu
Beralaskan hamparan kotak-kotak
Aku masih mampu terlena
Lebih lena dari tidurmu
Bertemankan mimpi indah
Yang pernah aku alami dulu
Aku juga insan sepertimu
Ingin rasa bahagia
Sedangkan ku pilih untuk berlari
Jauh dari kehidupan realiti
Hingga aku terdampar disini
Dikau yang bergelar insan
Lemparkan sedikit simpati
Agar perutku terisi
Walau hanya sekelumit sisa dari mulutmu
Aku juga punya hati sepertimu
Tetapi disinilah hatiku
Yang ku bawa lari itu
Hati yang telah lama mati
Dikau yang bergelar insan
Hulurkan secubit kasih
Agar aku rasa dihormati
Sebagai penghuni terhormat
Di kaki lima ini……..
Nukilan:
Ayu Mardiana

Sajak Kepada Kota Di Perkampungan Ini

Jun 30, 2010

Kepada Kota Di Perkampungan Ini

Melihat sepintas mimpi
di perkampungan kota murni
menghimpun kita kembali
menghampar ambal sejahtera,
kususuri pekerti melabuh hadir
di tengah gelombang suasana
memetik ritma suara bersama.

Malam ini di tengah ruang
ada bintang saujana
ada sinar cahaya
ada derap puisi berkelana
mencanang kesampaian kita
suara-suara dan wajah-wajah.

Kepada kota di perkampungan ini,
menyisir tirai jendela keredaan-Nya
kilau bayangan menjadi nyata
kebersihan suci kenang tatang
lumrahnya memuncak barakah
ke persada reputasi
perjuangan harga diri.

Jamaludin D,
Hotel Concorde, Shah Alam.


Puisi: Sewaktu Ziarahku Bertandang

Jun 30, 2010

Zikir angin bertalkin disambut wirid daun-daun
di juntai dahan kehidupan
tanah basah bagai bertasbih dalam lunak
kerdil membilang nama-Nya
berulang dan berulang dalam senyap
kekhusyukan di laman fana
sebuah perjalanan
di tirai hayat kesementaraan.
Saat derap kaki mengatur
dalam sepoi angin berbahasa
menggemai syahadah
kuziarahi lagi sekebun agung
yang mengakrabkan cinta sang tetamu
tatkala tidak terhitung lirik nurani bermunajat
tika lidah masih mengkhatami luhur doa
dan salam al-Fatihah.

Nukilan:

Husna Nazri


Puisi : Bumi Pasir Salak

Jun 13, 2010
Bumi Pasir Salak..
Dari puncak aku memandang
Hamparan malar hijau menenangkan
Berselimutkan kabus
Angin semilir menderu
Embun tanpa bicara melayu
Suatu lakaran…
Pendakian penuh liku-liku
Ranjau berduri diredak
Pasrah melayari gelombang dunia
Dengan tabah serta doa
Hanya ke hadrat Ilahi…
Bertapak
Bertaut kasih di bumi Tuhan
Mencari, menggapai nilai sesuatu
Terfikir
Terbayang di minda cetek
Memaksa aku di sini
Persis arah rentakku berubah
Menyanjungi secebis harapan
Dalam mengharungi ranjau kehidupan…
Di sini
Penuh dengan pelakon utama
Berwatak itu ini
Drama yang beremosi
Sering kali mencuit hati
Apatah lagi terguris sepi
Babak cerita yang menyingkap 1001 rahsia
Seperti penulisan cerpen
Dicetak mengikut rentak adegan
Serta arena
Walau tanpa warna
Tiap satu coretan, luahan, perkongsian
Tidak pernah dihitung nilainya
Pada tema hatinya
Seribu persoalan
Terpancar pada seri wajah
Walaupun tanpa kepastian
Akan soal kehidupan…
Tiada bahasa seindah bingkisan
Tiada bicara semurni luahan
Korban sebuah kejujuran
Kebencian, menjerat erti kasih sayang
Kesulitan, dana kemudahan
Kelemahan, membina daya kekuatan
Kegagalan, membentuk kejayaan
Kekecewaan, menghiasi dunia keriangan
Kekalahan, paksi kemenangan
Kegelisahan, mendamba ketenangan
Kekeliruan, memerlukan kefahaman
Kelekaan, menghulur seribu nasihat
Ketakutan, saham keberanian
Kesilapan, adalah titian kebetulan
Lukisan hati yang tercipta
Ciptaan-Nya
Saat terhanyut
Saat terdampar
Untuk sebuah tayangan
Sebagai bukti pertalian abadi
Dorongan yang bagaikan pelita
Permata telah pun terkutip
Di bumi ini
Saat bersemi kenangan indah
Ditinggalkan
Di kotak pemikiranku…
Saat Mentari sore
Telah dilitupi mega ungu
Telah kusematkan di hati
Akan kuperangi tangisan
Biarpun hanya setitis cuma
Akan kuhilangkan suara hati
Tiada kata yang dapat diubah
Tiada cerita yang dapat ditambah
Adalah bicara yang terungkap
Ikhlas buatmu
Lalu kututup
Diari seorang pelajar
MRSM Pasir Salak……
Nukilan :
AspirasiNurIman
Email: fessy_iela5393@yahoo.com

Puisi : Sebelum Ku Pergi

Jun 8, 2010

SEBELUM KU PERGI
KU INTAI MIMPI SEMALAM
HARUM MEWANGI
MENYELINAP RINDU
SESEGAR MAWAR DINIHARI

SEBELUMKU PERGI
KUTABUR BUNGA IMPIAN
SEGENAP DERAP KENANGAN
BAUNYA MENGASYIKKAN
HIDANGAN RINDU BERTANDANG
MEMBASUH BERIBU KESEDIHAN

SEBELUMKU PERGI
KU TADAH BEKAS – BEKAS KELUKAAN
MENGUMPUL CALAR PERASAAN
DI SETIAP RUANG
MERAH PEKAT KEHITAMAN
PEDIH,DUKA KESAKITAN
BEKAL MEMORI MENDATANG

SEBELUM KU PERGI
INGINKU MILIKI SEMUA
HATI KUDUS MANJA
SEORANG INSAN
BERNAMA PEREMPUAN
AGAR SETIA SEPANJANG ZAMAN

SEBELUM KU PERGI
HARAP DAPAT KUHIRUP
PEMBERIAN KEMAAFAN
PENAMAT SALAM
MELABUH TIRAI
SATU PERHUBUNGAN

SEBELUMKU PERGI
INGINKU TERUS MENYAYANGI

SETELAH KU PERGI
ABADIMU SENTIASA DI HATI

NUKILAN:
MOKTHA
26.05.2010
Email: Mokhtarcki@yahoo.com


Sajak : Mereka Kata

April 26, 2010

Mereka kata wanita itu
perhiasan dunia
maka jadilah perhiasan yang benar-benar berharga dan berguna
jangan hanya cantik diluar tetapi buruk didalam

Mereka kata wanita itu
ibarat epal
maka jadilah epal yang tinggi kedudukan nya
bukan yang berguguran ditanah
yang mudah dimiliki oleh sesiapa

Mereka kata wanita itu persis mawar
maka jadilah mawar yang mekar mengharumi
bukan yang layu sebelum kembangnya

Mereka kata wanita itu persis mutiara di dasar laut dalam
maka jadilah mutiara yang benar-benar berharga
sesungguhnya hanya yang mampu membeli mutiara
bisa memilikinya

Mereka kata wanita itu ibarat permata
maka jadilah permata yang tulen
bukan kaca mudah dilihat di mana-mana
sesungguhnya kerdipan permata dan kaca itu hampir sama
hanya yang benar-benar bijaksana
yang tidak tersalah memilihnya

Nama Pena: qirabella
Email: syaqira_90@yahoo.com.my