Puisi Tragedi Sesaat Cinta – Kamal Sujak

Julai 28, 2010

Masa silam adalah rimba kesakitan
hingga dikau tidak mampu berdiri
di laman kendiri merenung indah bulan
memancarkan jernih kekesalan
di wajahmu yang rawan.

Yang terjadi adalah tragedi
sesaat cinta yang mengubah rasa
pahit sendirian menelan segala
dia pergi entah ke mana.

Engkau bukan mereka
tega membunuh benih cinta sendiri
untuk malu yang tiada ertinya lagi
nyawa si kecil itu bukan di tanganmu
pasti ada jalan untuk segalanya ini.

Saban hari kita melihat
bayi-bayi itu mati di tangan ibunya sendiri
sedang jika benar ia bermula dengan cinta
pasti ada hikmah untuk setiap peristiwa.

Usah ditambah dosa yang ada
kembalilah berdiri menghargai diri
lelaki durjana tetap ada walau ke mana
dirimu pergi, kekuatan diri dan agama
adalah perisainya
mereka tidak boleh melukaimu lagi.

Nukilan:
Kamal Sujak
Sg Kapar Indah, Klang


Tragedi Sesaat Cinta

Mac 4, 2010

Masa silam adalah rimba kesakitan
hingga dikau tidak mampu berdiri
di laman kendiri merenung indah bulan
memancarkan jernih kekesalan
di wajahmu yang rawan.

Yang terjadi adalah tragedi

sesaat cinta yang mengubah rasa
pahit sendirian menelan segala
dia pergi entah ke mana.

Engkau bukan mereka
tega membunuh benih cinta sendiri
untuk malu yang tiada ertinya lagi
nyawa si kecil itu bukan di tanganmu
pasti ada jalan untuk segalanya ini.

Saban hari kita melihat
bayi-bayi itu mati di tangan ibunya sendiri
sedang jika benar ia bermula dengan cinta
pasti ada hikmah untuk setiap peristiwa.

Usah ditambah dosa yang ada
kembalilah berdiri menghargai diri
lelaki durjana tetap ada walau ke mana
dirimu pergi, kekuatan diri dan agama
adalah perisainya
mereka tidak boleh melukaimu lagi.

Kamal Sujak
Sg Kapar Indah, Klang