(Puisi) Sia-Sia : Chairil Anwar

Sia-sia – Chairil Anwar

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Chairil Anwar
Februari,1943

8 Responses to (Puisi) Sia-Sia : Chairil Anwar

  1. ferry berkata:

    puisi yg mnggambarkan kbmbangan ht dlm mnyambut dtangnya cinta,,,

  2. iin berkata:

    puisi yang yang gambaranya tentang cinta yang tak sling dimengerti,may be,.

  3. soetji berkata:

    kdang memang sprti itu
    cinta sulit d mengrti

  4. Adday Thea berkata:

    cinta bagai hantu. Antara nyata & fatamorgana..

  5. nur laeli berkata:

    hemp. . .
    puisi yg mnggambrkn tntng kbingungan antra 2 insan yg sdang jtuh cinta.

  6. mybambooproject berkata:

    Aku…kini…
    Dikoyak2 Sepi…
    karnamu…
    yg menawarkan cinta..
    kemudian pergi begitu saja,
    tanpa kata,
    Salahkah aku..
    masih menunggumu
    dalam sepi ini,,

  7. Nusa Dhewa berkata:

    senada dengan “Tak Sepadan”

  8. Danu berkata:

    semacam kekosongan seusai “bercinta”, ingin pergi: karena “peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu”. si penyair pernah menerima yang sebenarnya tak ingin diterimanya, si penyair tak siap. dia orang bebas : “jangan tambatkan pada siang dan malam”

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: