Puisi Terakhir WS Rendra – Tuhan, Aku Cinta Padamu

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

Inilah puisi terakhir Rendra, yang dibuat pada 31 Juli di RS Mitra Keluarga Jakarta.

19 Responses to Puisi Terakhir WS Rendra – Tuhan, Aku Cinta Padamu

  1. lina berkata:

    Alfatihah untuk Rendra..

  2. abuyon berkata:

    Jantung Tak Berdegup
    (ketika aku di muka komputer, membaca
    blog sajak kematiannya)

    Rendra,
    Meski kau jarang kubaca,
    tapi patahmu aku
    mesra

    Sebab sering kau
    melagukan perjuangan
    dan Tuhan kita

    Rendra,
    Meski sekali, jantung mesti
    berhenti berdegup, nafas
    mesti berhenti, keluar
    masuk

    Pergilah menemui Kekasihmu
    kerana pernah kau
    berkata,

    Tuhan, pada-Mu
    aku cinta

    Waktu dan nafasnya
    Awal dan akhir kalamnya,
    1935 – 2009

    Dari tarikan nafas,
    abuyon
    http://hijau-tinta.blogspot.com

  3. Amang Suramang berkata:

    Sedang Apa Rendra di Atas Sana

    Sementara masih luruh tangis duka
    Rendra sudah ada di atas sana
    sedang lari-lari riang di taman firdaus
    atau berdendang diiringi lagu-lagu kudus

    Sementara sepi jadi menggulma
    Rendra sudah ada di atas sana
    sedang menulis larik-larik puisi
    lalu dicoretkannya pada lembayung pagi

    Lalu satu saat akan turun hujan
    menitikkan satu persatu bait puisi
    ke halaman sanubari setiap orang
    jatuh tepat di kemanusiaan kita
    agar tumbuh mekar berseri
    Kemerdekaan berkata benar
    Kemerdekaan membela yang benar
    Kemerdekaan berjiwa yang benar

    Sedang apa Rendra di atas sana
    Bermain bola seperti Maradona?
    Gitaran dengan Mbah Surip kawannya?
    Melukis pelangi atau semadi?
    Mengintip bidadari mandi?
    Atau bisa jadi sedang berdoa bagi semua kita
    sebagaimana kita berdoa baginya
    agar bahagia dalam hidup

    Jakarta, 7 Agustus 2009
    Amang Suramang

  4. abuyon berkata:

    Sedang apa Rendra di atas sana atau
    di bawah sini🙂

  5. Puput berkata:

    🙂
    ketika tabuh berbunyi…
    surau bergetar
    jantungmu pun luluh olehnya…
    penuntun sudah menyelesaikan tugasnya…
    malaikat datang membawamu menuju Dia yang kekal

    • widarno berkata:

      lirih….lirih…..
      suara terdengar lirih
      malaikat menghampiri tubuh lelah melepas penat kusuh
      mata sayu,bibir berucap
      Tuhan aku milik mu
      Tuhan aku cinta kamu

  6. REZA FANDANA berkata:

    apa kabar bung rendra????
    puisimu……..
    karyamu…..?
    kami rindu lantunan lantunan itu…

  7. REZA FANDANA berkata:

    ketika dirimu pergi,
    karyamu tetap disini,
    bersama kami,
    menghiasi hari hari kami,

    ketika dirimu pergi,
    air mata ini,
    hati ini,
    serasa tak kenal duniawi,

    puisi atau ilusi,
    tak kan hanya menjadi fiktif

  8. Iwan berkata:

    Hidup ini pendek,karya itu panjang

  9. Dinna Faizal berkata:

    Ayahku Rendra..,

    Aku merindukanmu seperti pertama ku kenal dan terakhir ku dengar nafas dari ragamu..

    Tanahku menangis,
    meski begitu ia bilang kau baik-baik saja disana sedang asyik bercengkrama membuat lirik seperti biasanya di sela awan yang membungkusmu sejuk..

    Aku ingin menggenggam tintamu,
    merengkuh syairmu,
    menebarkan di jiwaku…,
    tapi baru saja sadar itu datang menjengukku, meski begitu ia bilang kau masih dan akan tetap baik-baik saja disana sedang asyik bersenda dengan carik-carik itu!

    Aku masih rindu padamu..

  10. f13th berkata:

    Mereka yang iklas terlibat membela yg lemah, adalah orang yg pantas menghuni rumah di atas angin (rendra,ws)

  11. Diar Mutiarani berkata:

    Beliau luar biasa………..

  12. kenud berkata:

    selamat jalan si burung merak

  13. Aikawa berkata:

    tuan..ceritakan yang kau lihat di sana?,
    daku menanti di sini bersama sajakmu..
    kenanganmu..
    meski hanya inilah yang tertinggal,
    daku yakin,
    tuan akan selalu terkenang di sini,
    ku sajakkan serpihan fanamu..XD

  14. teguh setiawan berkata:

    mengenangmu manis
    di setiap sudut
    lakumu begitu rupa warna
    syahdu, dan do’a

    ku hidup dalam hidupmu
    dan terus hidup
    dalam setiap kata
    dalam setiap bait yang kau tulis

    (selamat jalan, da kau sua langkah akhir pada Nya)

  15. aryaningsih berkata:

    tanpa sadar butiran putih laksana mutiara mengalir deras membasahi pipiku saat aq sadar bahwa kau telah pergi,,doa kami semua akan selalu menyertaimu.

  16. widarno berkata:

    kamu pernah tertawa bersama kami, kamu pernah marah bersama kami
    kamu adalah karya dari hati kami
    Tuhan, kami sama sakit sedikit
    Tuhan, tapi Ia telah lebih kepada mu
    Ia cinta kepada kami lebih kepada Mu Tuhan
    Ia kembali.

  17. ASP berkata:

    izinkan saya copy puisi ini ya.. skadar ingatn bt diri

  18. krisnadhi adhimulya berkata:

    rendra tidak mati,hanya saja raganya telah tiada

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: