Puisi Dengarkan

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau malah memberikan saran,
Kau tidak mengerjakan apa yang ku minta

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau katakan aku seharusnya tidak
berperasaan begitu,
Kau sebenarnya menindas perasaanku.

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau merasa kau harus melakukan
sesuatu untuk memecahkan masalahku
Kau sebenarnya mengecewakan aku

Tolong dengarkan, yang kuminta darimu
hanya tolong dengarkan, bukan bicara
atau melakukan sesuatu—cuma
dengarkan saja

Saran-saran murah harganya, dengan
beberapa rupiah saja sudah bisa dapat
konslutasi di koran atau majalah
Aku bisa menolong diriku sendiri, aku
bukannya tidak berdaya,
Mungkin kurang berani atau ragu-ragu,
tapi bukannya tidak berdaya

Jika kau lakukan sesuatu untuk ku
Yang bisa dan perlu ku lakukan sendiri,
Kau sebenarnya memupuk ketakutan dan
kelemahanku

Jika kau menerima perasaan-perasaanku,
seaneh apapun itu,
Aku bisa berhenti meyakinkan mu dan
Mulai mengerti apa yang tersirat dalam
perasaan-perasaan aneh dan tidak masuk
akal itu

Jika itu sudah jelas,
Segala jawaban akan muncul dengan
sendirinya.

Mungkin itu sebabnya doa-doa manjur
untuk beberapa orang.

Tuhan tidak perlu bicara
Tuhan tidak memberi saran atau mencoba
membereskan masalah
Tuhan hanya mendengar
Dan memberi kita kesempatan untuk
menyelesaikan sendiri persoalan-
persoalan kita.

Jadi, tolong dengarkan saja aku
Dan kalau kau ingin bicara, tunggu
giliranmu dan aku akan merasa senang
untuk mendengarkan juga

~ Anonymous

3 Responses to Puisi Dengarkan

  1. pepcoy berkata:

    not sure where to put my comment about this, khalil jibran is non muslim , is it. What I am trying to say,take care when read his poem.

  2. jojon berkata:

    Yep, die memang kristian.. so ape masalah?
    Cool down, naa banyak lagi spesis penyajak ala jibran kt negara nie, ada masalah lagi ke?

    Keindahan adalah idea tuhan.. heyhee

  3. rimanilzah berkata:

    tiada masalah sebenarnya membaca karya sesiapa pun. bukan karya gibran shj yg patut dibaca dg berhati-hati. karya-karya lain juga.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: