Kamarku

Kamarku oh Tuhan
tidak punya almari
katil dan meja solek
kosong.

Dan aku terkulai baring
di atas lantai ini, sejuk
keras, dingin dan sakit.

Kamarku oh Tuhan
selamanya akan kosong
selagi jendela hati tertutup rapat
tanpa hidayah-Mu yang membuka luas
hingga angin zikir menerjah masuk
cahaya cinta Yang Maha Mencipta
saat itulah kamar terisi padat
dan cinta yang bertaut erat
hangat, mesra penuh kasih
ingin sekali kupeluk tubuh-Mu
dalam qiam, rukuk dan sujudku.

Oh Tuhanku
isilah kekosongan kamar ini
dengan almari ketetapan iman
penuh pakaian akhlak kesopanan
katil yang menenangkan gelora nafsu
dan meja solek buatku berdandan
cermin memantulkan kejujuran.

Akan kuberdiri di muka jendela
pada setiap pagi yang kulalui
menghirup segar udara hidayah-Mu
kala kubuka luas jendela hati
semuanya bermula dari kamarku ini.

Khairil Idham Ismail
Seremban
Januari 25, 2009

One Response to Kamarku

  1. eilahmacpis berkata:

    satu puisi yg memberi keinsafan….sy suke kannya sebab jiwa yg kosong tanpa secalit keimanan akan rosak.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: