Sajak – Kampung Nurani

Aku menginjak sebidang tanah kerinduan
yang lama berkampung di hujung nurani
kekal melirik abadi dalam nostalgia cinta hakiki
di mana becak lumpur dan sekawan kerbau
yang pernah hadir di dalam potret mimpiku
simfoni angin dan tingkah merdu terkukur
menghambat kenangan
waktu berlarian di batas bendang menyusur
denai pohon merakam pak tani menuai kasih
pada tanah rezeki
di situ kau berbudi yang melebat kasih insani
di tanah perkebunan nurani
menguntum manis keakraban intim sekampungan
berganding menebas kecekalan
yang bersawang di bumi kerukunan.

Aku mencari sebidang tanah nuraniku
yang perlahan-lahan dikambus waktu
harum serambi tradisi yang sekian lama
membenihkan pekerti
dirampas cengkam kuku-kuku kemajuan
yang entah dari mana berhembus
membawa desir petualang dan rakus sumbang
melatari potret kampung nuraniku
yang dahulu hijau dan berkaca
yang dahulu memukau dan abadi sejahtera.

NAZRI HUSSEIN
Kemaman, Terengganu.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: