Gunung Ararat

Laksana burung raksasa berparuh perak
Gunung Ararat mengeram rindu
menghadap kiblat
memuncak di atas dataran Sungai Aras
sehingga dua rabungnya diliputi salji
diselubungi awan.

Dialah gadis ayu itu
menyelakkan tudung putihnya
tatkala fajar menyingsing
tatkala bayang-bayangnya memanjang
ke padang ternakan.

Tiada hutan tebal merimbuni lereng-lereng
hanya debu kelabu daripada lahar silam
memenuhi setiap retak dan jurang
menyelimuti kaki dan banjarannya
menyuburkan dataran Anatolian yang luas
di sisi Turki, Iran dan Armenia.

Dan bertahun-tahun sudah
dia tidak memuntahkan api
selain gelongsoran salji yang tiba-tiba terjadi
atau batu-batu tongkol yang tiba-tiba runtuh
dan kabus yang tiba-tiba menutup
segenap pandangan.

Dan bertahun-tahun sudah
dia tidak ditenggelami bah
seperti pada ribuan tahun sebelumnya
tatkala bah besar mengacapi segala
dan gelombang raksasa membenamkan semua
kecuali Agri Dagi, puncak tertingginya
didampari bahtera Nuh
dikelilingi jasad-jasad dosa bergelimpangan
setelah air surut.

Lalu Gunung Ararat menjadi saksi
kepada ketakwaan seorang nabi
kepada kehancuran para penderhaka
kepada kemuliaan cahaya agama.

Ramlan Abd Wahab
Kg Rantau Panjang, Klang, Selangor

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: