Joha Dan Kematian ~ Jalaluddin Rumi

Seorang anak laki-laki menangis dan berteriak di belakang jenazah ayahnya,
Dia berkata, “Ayah! Mereka membawamu ke tempat di mana tidak ada pelindung lantai. Di sana tidak ada cahaya, tidak ada makanan; tidak ada pintu maupun bantuan tetangga…”

Joha, diperingatkan karena penjelasan tampaknya mencukupi, berteriak kepada ayahnya sendiri:

“Orang tua yang dihormati oleh Allah, mereka diambil ke rumah kami!”

~ Jalaluddin Rumi

One Response to Joha Dan Kematian ~ Jalaluddin Rumi

  1. sabariahbahari berkata:

    SENDU ANAK DI BUMI PERANG

    Sendu menggapai pilu yang bukan kepalang
    merintih anak-anak kecil di tengah padang jarak
    membelai gerigis yang menikam sukma
    melihat kehancuran demi kehancuran
    yang makin membentang luas

    Sendu ngilu melabuh sengsara anak-anak
    yang kehilangan permata hati
    dan segala yang merantai pemandangan
    adalah sebuah kekosongan ngeri
    yang menghitung duka

    Sendu anak-anak di gelanggang perang
    adalah sendu yang bersalut gebar hitam
    yang sukar dirungkai maknanya
    kerna mentari esok masih belum bersinar
    sendu anak-anak masih bergelandangan.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: