Beberapa Catatan Rindu

(i)
Ia tidak mengira waktu tika kusebut
tapi yang paling sering apabila
hujan rintik-rintik di luar jendela
beberapa kenangan hinggap di kacanya
garis-garis calar kaca
titis-titis calar awan
semuanya melembutkan perasaan
– tetapi amat melukakan.

(ii)
Di sebuah pantai mentari jatuh ke muka laut
aku menyebut keindahan,
di kaki lembayung itu ia menyebut namaku
jikalah kau mentari, lautku kering
jikalah kau hujan, sungaiku banjir
ada suka dan duka pada bicaranya
tetapi duka itulah yang lebih
mencatatkan rindu.

(iii)
Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya.
kecewa atau rindukah tanpa sempat kubaca
ia telah membakarnya di bawah mentari
engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu
keharuan itulah yang membakarku
tanpa waktu

(iv)
Pertama kali kudengar petikan gitarmu
satu-satunya yang kuinginkan
sayunya bahasa hati
dari kepedihan yang tidak terucap
semoga engkau menyedari – dewasa
dari cinta yang hancur
ada yang lebih sayu dari itu
-apabila aku tetap begini

(v)
Ia amat bersahaja
diam tanpa persoalan
bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan
bagai awan lembutnya menumpaskan
matanya, suaranya adalah ilham

Dialah kelembutan pertama
mampir di padang senja
menentang matanya bagai menahan gelombang
seperti lima tahun dahulu
sebelum ada rindu yang lain
telah kucatatkan rindunya..

~ Rogayah A. Hamid

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: