Puisi Cinta Yang Lain ~ Zurinah Hassan

Seorang pelaut bercinta dengan ombak
dan akhirnya seperti ombak itu
dia menjadi pemuja yang buntu.

Seorang penyair bercinta dengan kata-kata
dan akhirnya jaringan kata-kata
menyesatkan dia dari makna.

Laut adalah hamparan yang mengasyikkkan
penyair adalah penutur yang ghairah
tapi laut tidak akan membuka rahsianya
kata-kata pun tidak akan cukup berupaya
dan diri sendiri pun menjadi
puncak misteri.

Ciptaan itulah perantaraan
untuk mengenali Pencipta
namun bagaimana akan ku tulis puisi cinta
agar perantaraan itu sendiri
tidak terlindung matlamatnya.

~ Zurinah Hassan

———————————

English Translation:

The Other Love Poem

A sailor in love with the waves
and eventually like the waves
he becomes a hopeless lover.

A poet is in love with words
and eventually the net of words
traps him from meaning.

The sea is an infatuating spread
the jungle a passionate net
but the sea will not confess its secret
the jungle will not confess its secret
and the self become
a summit of mystery.

All creation is a medium
to a recognition of the creator
yet how shall I write a poem of love
so that the medium
does not hide the purpose?

~ Zurinah Hassan

3 Responses to Puisi Cinta Yang Lain ~ Zurinah Hassan

  1. eiyza berkata:

    Damai..
    alangkah indahnya jika hidup ini penuh kedamaian
    alangkah bahagianya jika hidup ini penuh keceriaan..
    Syukurlah pada sesuatu..
    Hargailah pada pemberian
    kerana kita tak pasti hidup yg kita keluh kesahkan itu mungkin akan lebih derita dari hari ini…
    Sayangilah pada kedamaian..
    bukan mudah utk setiap insan merasai kedamaian..
    kesakitan,penderitaan,kekecewaan akan menghalang seseorang mengalami erti Damai…
    DAMAI tak akan hadir selagi hati tidak tenang dan selagi hati penuh kedambaan…

  2. eiyza berkata:

    PENCARIAN…
    Semakin aku mencari ketenangan..
    semakin hebat dugaan yang mendatang..
    semakin aku menjauhi seseorang semakin hampir dia padaku…
    semakin aku menyayangi sesuatu semakin sakit hati dan perasaanku..
    semakin aku membenci sesuatu semakin rindu mencuri kalbu…
    tiada indahnya sesuatu…
    melainkan keindahan yg kita rasai sendiri…
    Tiada sensara hatinya melainkan jiwa bersendirian
    Tiada kata yg dpt dilafazkan melainkan rasa syukur dan sabar yg patut aku jejaki…
    dan itulah nasihat dari para Nabi…..watiey-2/1/2008

  3. pake_y berkata:

    gua nggak begitu ngerti
    tp gw menikmati
    coba maen ke tempat gw ya kapan2
    ntar coba lihat gimana puisi2 gua
    siapa tahu aja luw suka

    salam kenal n bye

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: