Penganggur Itu Aku

Penganggur itu aku
menghitung hari mengumpul sabar
menggunung cita mengharap kenyataan
namun masih begini hari ke hari.

Penganggur itu aku
menunduk malu menahan hampa
seribu janjiku tidak bersapa
sedang budi belum terbela.

Penganggur itu aku
semangat diri kian menipis
memandang diri serba tak punya
ke mana pergi dipandang tiada.

Penganggur itu aku
salah dan benar pada diriku
berat tetap di bahuku
usah menjeling untuk bercerita
usah bercekak untuk bersuara
senyum pahit itu dapat kubaca.

Penganggur itu aku
hari ini masih begitu
segankah sahabat menjadi tamu
aku perlu tahu itu.

PARI PARI MERAH
Kampung Pandan, KL.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: