Cerita Wak Tua ~ Masuri S.N

Tang…
berdentang jam dua belas kali
dibawah lampu berdiri
Wak Tua sendiri
kerut-kerut muka penat sehari.

debu siang menyelubungi bumi
dingin mula menggigit kaki, jari
Wak Tua dengan bebanan di pundak
terletak-mencari sesuap nasi.

dari pagi lekuat nafsu penuh
memburu sedkt untung di antara gunung
umur enam puluh tujuh
belum pernah lagi hidup bingung.

siang
mentari membakar muka, hidung
jualan diteriak dilorong
di kampung mengejar sedikit untung.

sekali-sekali
ada orang memanggil makan
muka sedikit cerah kena api merah
bau segar terhirup darah.

jika ada orang bertanya:
“Wak sudah tua
kenapa masih kerja-kerja
apa tidak punya penyambung baka!”

Wak menjawab hanya:
“ada aku anak lapan orang
semua dewasa
punya isteri suami terang
tapi aku bisa memikul beban
bukan membebanii siiapa yang terbeban.

Masuri S.N.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: