Tjerita Buat Dien Tamaela ~ Chairil Anwar

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu

Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

~ Chairil Anwar

5 Responses to Tjerita Buat Dien Tamaela ~ Chairil Anwar

  1. Ken Zurnala berkata:

    Terima kasih, telah menuliskan sajak ini di sini.

  2. LAKI RATTU GUNUNG berkata:

    Salam untuk semua kita,

    saya hanya bisa bisu termangu, kekaguman kepada dua orang sosok ini( khairil anwar dan ws. rendra ) tiada terhenti.
    setiap kali membaca puisi-puisi dan karya-karya lainnya dari “sahihain”.
    entah apa bentuk kesusastraan Indonesia modern tanpa dua sosok itu.
    Selamat Jalan para Maestro…
    selamat jalan menuju surga…

    salam.

  3. sajix berkata:

    W ingn beLajar dr sosok khairil anwar

  4. bluezreignz berkata:

    Cerita Buta Dien Tamaela berhubungan langsung dengan Maluku. Saya yakin Chairil Anwar(CA) menulis puisi itu tanpa pretensi untuk suatu tema/strategi besar menyatukan keragaman yang ada di Indonesia. Atau, untuk sekedar “mencari muka” di antara orang-orang Maluku. Oleh karena itu saya haqqul yakin CA tanpa disadarinya telah membuktikan realita “Bersatu dalam keberagaman” di Indonesia benar-benar wujud. Kalau saja Chairil berumur lebih panjang mungkin dia “tanpa sadar” sudah membuat puisi-puisi yang berkaitan dengan daerah-daerah Indonesia lainnya seperti NTT, Papua, Bugis, Minahasa, Bali, Madura, Dayak, Batak, dsb. Jadi, tidak salah untuk mengatakan bahwa CA benar-benar milik Indonesia seluruhnya.
    Salam,

  5. Ali Sugiono berkata:

    Cerita hutan pala, laut dan datu datu orang tidak bisa pisahkan dengan kepulauan Banda. Patti rajawane beta tar tau ini. Apakah Bung Khairil Anwar pernah berkunjung ke Banda. Beta tar tau jua…

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: