Nocturno ~ Chairil Anwar

 (fragmen)

Aku menyeru – tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati dibeku udara
dalam diriku terbujur keinginan
juga tidak bernyawa

Mimpi yang penghabisan minta tenaga
patah kepak, sia-sia berdaya
dalam cekikan hatiku

Terdampar…menginyam abu dan debu
dari tinggalannya suatu lagu
ingatan pada ajal yang menghantu
dan demam yang nanti membikin kaku

Pena dan penyair keduanya mati
berpaling!!

~ Chairil Anwar

Dipetik dari Deru Tjampur Debu

4 Responses to Nocturno ~ Chairil Anwar

  1. zanie berkata:

    Assalamualaikum…… Usaha yg bagus dlm mengenengahkan warisan budaya ini. Di harap blog ini menjadi salah satu sumber rujukan dalam mengenali sastera budaya bangsa kita sendiri. TAHNIAH….

  2. oki edi purwoko berkata:

    ..Aku menyeru – tapi tidak satu suara
    membalas,” adalah sebuah perasaan haus akan aktualisasi yang tidak terpuaskan..dan
    chairil bagi saya merupakan pribadi muda yang penuh dengan pemberontakan dan eksistensinya merupakan “generasi punk awal yang hilang”karena jargon chairil lama dianggap sebagai penyair KEMERDEKAAN..tetapi buat saya sendiri puisi chairil masih merupaka penemuan jati diri masa muda pada masanya. dan masa kemerdekaan hanya sebuah background dari sebuah penciptaan pencarian jati diri melalui seni
    j”Mimpi yang penghabisan minta tenaga
    patah kepak, sia-sia berdaya dalam cekikan hatiku”
    salam!oqedpwk

  3. na berkata:

    dari ptama aku baca puisi ini(wktu SMA), semangatnya membakar, smpai2 sampul bukuku aku tempeli puisi ini. luv this much🙂

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: