Di Bawah Teduhan Cemara ~ Shiwa Uko

Di bawah teduhan cemara, tumbuh di atas karang
malam tadi kedengaran kembali, seruling bambu
anak perikankah, melayangkan hatinya
melupakan duka dunia, pahit kerana agar dan garam?

Bulan terang atau gelap, tiada pedulinya
dari malam ke malam, ada ia di bawah cemara
dalam lagu seruling bambu
rasa terasa, turun naik hasrat cinta

Sehari’ lah lampau, para perwira raja negara
beramai-ramai datang ke mari ke tepi pantai
seraya lancang bulan cuaca
berlayar permai di lautan kaca
sesudah itu, seruling bambu terdengar melagu

Sehari’ lah lampau, para perwira maharaja kita
menambatkan perahunya, seraya bersuka
memadukan lagu seruling suwarna
dengan tiupan melambaikan cemara
sesudah itu, seruling bambu terdengar melagu

~ Shiwa Uko, 1898
~ Terjemahan Amir Hamzah (1911-1946)

Dipetik dari Setanggi Timur

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: