(Sajak) Kepada Peminta-minta – Chairil Anwar

Mac 5, 2015

(Sajak) Kepada Peminta-minta – Chairil Anwar

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

~ Chairil Anwar


Sajak Kepada Kawan – Chairil Anwar

Mac 5, 2015

Puisi Kepada Kawan – Chairil Anwar

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!

~ Chairil Anwar


Sajak Kawanku dan Aku – Chairil Anwar

Mac 5, 2015

Sajak Kawanku dan Aku – Chairil Anwar

Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti

~ Chairil Anwar


Sajak Sebuah Kamar – Chairil Anwar

Mac 5, 2015

Puisi Sebuah Kamar – Chairil Anwar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”

Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!


Sajak Pertemuan Semalam, Hari ini dan Esok

Mac 5, 2015

Sajak Pertemuan Semalam, Hari ini dan Esok

Pertemuan semalam
manisnya bagai madu yang diteguk
segalanya indah
membalut hati resah untuk tenang
lupa pada kisah silam
yang pilunya bukan kepalang

Pertemuan hari ini
terasa madunya kian susut
entah …
tertahankan ia pada hukum alam
menghakis sirna yang mendatang
kekal pada azali kejadian

Pertemuan hari esok
makin sukar untuk aku meramalkan
mungkin kemanisan itu akan hilang terus
tapi aku pasti
madu itu pasti akan kembali terisi
andai pertemuan dulu
diabadikan sebagai penentu hari ini dan esok.

Kau datang lagi..
Kala aku sendiri
kau datang lagi
menghamparkan duri-duri
menikam batin ini
dengan ganasnya
tiada rasa simpati

Aku tahu
kau telah berjanji
akan mengheretku bersamamu
selagi aku bernyawa
dan terus berjuang
menuju jalan yang telah disuratkan

Kau tak pernah puas
dengki dengan kejayaanku
benci dengan perlakuanku
malah kau campakan aku
agar aku terjatuh seperti dirimu

Usahlah dikau berselindung
aku tahu siapa engkau
dan siapa aku

Insan………….
bila kita mencermin diri,
adalah sebaliknya
seminit dengan mendalam
engkau menatap
engkau tanya satu soalan
kepada insan dicermin
untuk siapakah engkau
sememangnya……………..

sukar……..
hidup seribu insan
namun pasti ada suratan
pasrah akan menyahut
biarpun pahit namun
tetap akan ditelan
kerana hidup sukar
dimengertikan
ibarat mimpi dalam khayalan.

Seandainya
diri ini bisa berkata-kata ke seluruh dunia
juga adanya suara yang kuat bergema
akan kulontarkan satu kata
biar ia berserakkan di mana-mana
biar ia tertusuk di sanubari
remaja, dewasa, lelaki, wanita…
bahawa dunia ini kian hampir akan hujungnya
dunia ini sudah terlalu tua
dunia ini hanya menunggu masa
untuk binasa
hapuskanlah persengketaan
koyakkan segala kekejaman
lunturkan segala maksiat
segala kejahatan
bersihkan diri dengan air suci
agar ia tidak hitam lagi
seandainya itu yang bisa kulakukan
alangkah damainya diri ini
lantaran hati tidak tertanggung lagi
kesedihan, keperitan
melihat segala titik hitam
yang semakin membesar… terlalu besar
takutnya… jika kita dilaknati
takutnya… jika kita tidak dirahmati
takutnya… jika kita enggan diberkati
aduhai semua
cukuplah membalut diri dengan dosa
kita di akhir zaman kini
pantaskan kaki mencari sinar abadi
untuk kebahagiaan yang menanti
di syurgawi…


Sajak (Puisi) Kawan

Mac 5, 2015

Sajak (Puisi) Kawan

Apa erti kawan ?
Jika tidak suka menolong .
Apa erti kawan ?
Jika asyik bermasam muka .
Apa erti kawan ?
Jika kejujurannya dipertikaikan .
Apa erti kawan ?
Jika tiada rasa sayang .
Apa erti kawan ?
Jika tiada belas kasihan .
Apa erti kawan ?
Jika kebaikan tidak dinilai .
Apa erti kawan ?
Jika diri tiada teman ….
Kawan yang mulia ,
Kawan yang sebenar,
Kawan yang abadi..
ILMU
ialah kawan yang sejati !

Di manakah letaknya
kejujuran,
Apakah sebenarnya erti
pengorbanan,
Antara kuasa, cinta,
nafsu dan keinsanan.

Meskipun pelbagai kesengsaraan
menimpa hidupmu
walaupun kesakitan dan keperitan menjadi
bebanan
tabahkan hatimu
harungi lautan ini
demi matlamat yang kau gapaikan

bumi neraka pernah kau lalui
bagai mimpi ngeri bagimu
bangunlah kawanku..bangun…

sebagai jasad yang berdiri di bumi bertuah ini
bendunglah segala gejala sosial
menjadi yang hebat..walaupun tidak sehebat
mahadzir
agar jasadmu tergolong dalam yang dicucuri
rahmat….


Puisi Perpaduan Melayu: SEMANGAT WAJA

Februari 27, 2015

Puisi Perpaduan Melayu: SEMANGAT WAJA

SEMANGAT WAJA

Bangkitlah roh perpaduan
kita demi menegak kebenaran
dan menebas kebatilan itu
mari kita lupakan perbezaan
dan rapatkan barisan
menyusun agenda.

Tegakkan maruah bangsa kita
yang tercalar dan tercalar
bangkitlah kita daripada
kehancuran
yang menyesatkan atas nama
tiang agama suci
ayuh tanamkan tekad melawan
godaan yang menggelincirkan
akidah.

Biar mereka terpegun
biar mereka sedar
kitalah warga terbilang
di tanah pusaka tercinta ini.

NR RAHIM


Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers