Puisi Buat Bonda

Oktober 15, 2010

Ibu

Bonda,
Dalam hati pernah bercerita.
Berkata tentang kita.
Tentang susah senang hidup kita.
Tentang pahit getir perjalanan kita.

Bonda,
Jika dahulu aku buntu.
Jika dahulu aku runsing.
Dan jika dahulu aku buta.
Doa mu masih tak jemu menyusurku.

Bonda,
Biar merpati beralih arah.
Mendung timbul di celahan kaca.
Hujan turun di kutub utara.
Kau insan terindah figura dunia.

Warna memori.
Adakala terluka dan terhiris.
Tiada ku kecil dan tiada ku besar.
Dan bila sang hitam menjelma.
Wajah mu sering bermain di kotak mindaku.
Hingga terbawa di buai lena maya.

Bonda,
Katakan lah apa saja.
Lautan merah aku renangi.
Gunung tertinggi aku daki.
Si pelangi aku cari.
Setia ku tak kan pudar.
Walau datang ribut melanda.

Bonda,
Jika aku pergi dulu.
Jangan ditangisi semua itu.
Tidak ku sanggup melihat dirimu berduka lagi.
Akan ku kenang peristiwa semalam.
Mencintai mu adalah perkara teristimewa.
Buatku bonda.

- NAZA MD NOOR –

Nama Pena: Naza Md Noor
Email: naza_monster@yahoo.com
URL : http://duniakhayalannaza.blogspot.com/

About these ads

Sajak Si Karang Yang Hiba

Julai 28, 2010

Kaku lenggok gemalai si karang
tersadai di permatang pasir pantai
sedih memandang senyum si rumpai
segar menari tarian dunia laut
diusik anak-anak ikan ceria
di balik batu si kerang giat mengintip
ghairah memandang keriangan di dasar

Itulah yang bermain di fikiran
bagaimana harus ia kembali
mengecapi saat-saat gemilang

Kemilau mentari
menerjah ke mata si karang yang hiba
sebentar lagi diam duduk si karang berpindah
ke rumah besar tentunya di sana
di persada hiasan
dipamerkan bakal diberi pujian

Si karang tambah hebat merintih kesedihan
tika ucapan selamat tinggal rakan-rakan sepermainan…

Ophan Bunjo
Lahad Datu 2010


Sajak Kepada Kota Di Perkampungan Ini

Jun 30, 2010

Kepada Kota Di Perkampungan Ini

Melihat sepintas mimpi
di perkampungan kota murni
menghimpun kita kembali
menghampar ambal sejahtera,
kususuri pekerti melabuh hadir
di tengah gelombang suasana
memetik ritma suara bersama.

Malam ini di tengah ruang
ada bintang saujana
ada sinar cahaya
ada derap puisi berkelana
mencanang kesampaian kita
suara-suara dan wajah-wajah.

Kepada kota di perkampungan ini,
menyisir tirai jendela keredaan-Nya
kilau bayangan menjadi nyata
kebersihan suci kenang tatang
lumrahnya memuncak barakah
ke persada reputasi
perjuangan harga diri.

Jamaludin D,
Hotel Concorde, Shah Alam.


Puisi: Sewaktu Ziarahku Bertandang

Jun 30, 2010

Zikir angin bertalkin disambut wirid daun-daun
di juntai dahan kehidupan
tanah basah bagai bertasbih dalam lunak
kerdil membilang nama-Nya
berulang dan berulang dalam senyap
kekhusyukan di laman fana
sebuah perjalanan
di tirai hayat kesementaraan.
Saat derap kaki mengatur
dalam sepoi angin berbahasa
menggemai syahadah
kuziarahi lagi sekebun agung
yang mengakrabkan cinta sang tetamu
tatkala tidak terhitung lirik nurani bermunajat
tika lidah masih mengkhatami luhur doa
dan salam al-Fatihah.

Nukilan:

Husna Nazri


Puisi: Hawa yang Istimewa

Mei 29, 2010

Duhai kaum Hawa…
Sungguh mulia tempatmu
Terlalu istimewa sifatmu
Tak ternilai kudratmu
Meski masih bisa tertawa
Di kala saat-saat duka
Gahnya air mata itu
Di sebalik keindahan alis matamu
Itulah kelemahanmu
Namun percayalah
Titis kaca itu adalah tulang kekuatanmu jua
Yang bisa runtuhkan ego Adam
Yang bisa runtunkan jiwa Adam

Senyumlah wahai Hawa
Ukirlah seikhlas wajahmu
Sucikanlah ruang hatimu
Kerna ku jua tau
Tulus budimu
Semulus kasihmu
Yang bisa menggoncang dunia
Yang bisa membuka mata semesta

Terima kasih Tuhanku
Aku lahir ke dunia sementara ini
Dalam dunia Hawaku…

Duhai kaum Adam…
Hargailah kasih sayang Hawa
Yang tiada galang ganti
Yang dicurahkan bersama doa
Tanpa Hawa
Dunia ini akan hilang hiasnya
Akan pergi serinya
Tinggallah Adam di sini
Menghitung kesalan di benak hati
Membiarkan Hawa melangkah sepi…
Jangan biarkan Adam dan Hawa terpisah akhirnya…

Nukilan:
No-rulesz Has’z


Sajak : Kita Mudah Lupa

April 21, 2010

Kita Mudah Lupa

Lupakah kita anak umpama
sehelai kain putih yang dicorakkan dengan agama
dihias moral dalam dada.

Lupakah kita anak bukan kain putih untuk dikapan
sebelum ajalnya tiba

Lupakah kita akan pesan ibu dan bapa
buat baik berpada-pada
buat jahat jangan sekali

Lupakah kita kini kita telah dewasa
adakah ibu kita mencubit hingga terluka
ayah mencucuh api sehingga kudis menjadi buta
malah kita masih lagi bernyawa.

Lupakah kita syurga dan neraka pegangan kita
hari kiamat menjelang juga
jangan mudah berasa selesa
janji Tuhan itu pasti
hanya kita maha pelupa
setiap dosa pasti diseksa.

Karya:
Aziana,
Banting, Selangor.


Maafkan Aku

Mac 6, 2010
Maafkan Aku
Kiranya benar takdir cinta kita
cuma setakat ini
maaf ku pohon darimu sayang
dari detik pertama perkenalan
hingga saat perpisahan
Maaf ku tak berdaya
menjadi seperti yang kamu inginkan
aku cuma aku
aku bukan insan sempurna
Maaf ku tak bisa
melupakan dirimu
wajahmu, bait tuturmu
segala yang ada padamu
akan sentiasa di kalbuku
Andai tiba saatnya
kamu temui pengantiku
akan ku titipkan doa
moga kamu bahagia disampingnya
Biodata Penulis:
Nama Pena: Nys Zairee
Email: rnees_zairee@yahoo.com
URL: http://kerorokeroppi.blogspot.com/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 122 other followers