Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.
Dia adalah seekor burung ‘nightingale’
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya
Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa.
Kemudian mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan. Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.
Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang
Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,
hidup serba sederhana dan berhati suci
Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham
Dan berjaga di keheningan malam,
Menantikan turunnya ruh
Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya
Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia
pada zamannya,
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi
Inilah penyair yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyuman
Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi
cakerawala dengan kata-kata indah
Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya
Sampai bila manusia terus terlena?
Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang
meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan??
Sampai bila manusia mengabaikan mereka yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org yang sudah tiada?
dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa
Dan oh para penyair,
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini:
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.
Penyair..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.
Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel…
(Dari ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)
~ Kahlil Gibran
Anda boleh membaca karya-karya Khalil Gibran yang lain di http://penyair.wordpress.com/category/khalil-gibran/
Selamat membaca!
——————————————————————————————

Rahsia Doa Pengasih. Keterangan lanjut, sila klik sini.

Panduan Memikat Wanita. Keterangan lanjut, sila klik sini.

Panduan Kuruskan Badan. Keterangan lanjut, sila klik sini.

Rahsia Tarikh Lahir. Keterangan lanjut, sila klik sini.

Rahsia Lulus Temuduga Kerja Kerajaan. Nak tau, sila klik sini.

Rahsia Senang Hamil. Nak tau, sila klik sini.

















April 17, 2007 at 5:08 am |
aku amat mengagumimu Khalil Gibran biarpun kita tidak pernah ketemu
Ogos 9, 2007 at 7:11 pm |
Dapatkah aku nak belanggan, weblog ni? Mohon Izin, Thanks
Oktober 27, 2007 at 1:17 pm |
akhir ny si bca jga syair Kahlil Gibran yg diomongin banyak orang,,
dan ternyata oh ternyata, kehebatan Kahlil Gibran bukan hanya isapan jempol, ato omongan di mulut doank,,, tpi TwoThumbs Up bwat syair ini,, walaupun ada dikit bagian2 yg agak susah si pahami, tapi scra keseluruhan dapat dimengerti,, yup,bner bgd pendapat Kahlil ttg manusia yg slalu terlena oleh dunia smata sampai2 lpa ma kampoeng akhirat esok,, si stuju jg ma pndpt Kahlih ttg org2 yg menyanjung penguasa,, sampai kapan kita harus menyanjung penguasa(manusia)?? sementara kita lupa bwat menyanjung Penguasa Alam Semesta (ALLAH)??? Truz sampai kapan juga kita slalu memuji2 mereka yg tlah tiada, sementara sewaktu hidupnya hanya kita pandang sebelah mata,,,
tapi si agak kurang mengerti neh,,
knapa Kahlil harus bilang klo “penyair adlh kehidupan dlm kehidupan dan suatu saat akan merajai hati manusia dan krn itu kerajaannya abadi.”????
klo si yg blom tau apa2 ttg syair, malah mengartikan bagian ini dengan sedikit berbeda…
apakah dlm bagian ini Kahlil mo bilang bahwa orang2 yg bukan penyair maka mereka bukanlah kehidupan dlm kehidupan???
apakah Kahlil bermaksud meninggikan so2k seorang penyair dari org2 yg buta ttg syair??
klo iya, knapa harus gitu??
klo sebagian orang slalu menganggap mereka lebih tinggi dari yang lain, lalu sebagian yg lain pun menganggap mereka lebih tinggi dari yg lainnya, truz sampai kapan dong hal seperti itu akan berlangsung??
kapan kita akan sadar bahwa kita adalah sesama manusia yang sama derajat nya, gak ada yang lebih tinggi ato lebih rendah.
Dan karena hal itu kita harus berbuat baik ma smua orang,,,
Tapi klo Kahlil g bermaksud kaya’ gitu, si minta maaf ya dah ngasih komen kya’ gini…
jangan marah ya para fans nya Kahlil Gibran, soalnya si cma nanya doank,,
hbiz nya si g ngerti,,,
gitchu,,,
November 14, 2007 at 11:59 pm |
kedalaman sesuatu hanya merupakan ukuran dalam sebuah matematik atau ilmu apalah..
khalil bukan lagi sang pencinta..
tapi dia pena dalam tulisan kata cinta..
dia lahirkan ucapan manis..
dia ukirkan bahasa sayang..
dan dia temukan jati diri manusia akan cinta…
Oktober 30, 2009 at 8:16 pm |
jika seseorang sedang patah hati. . .
apa daya diri ini menahan perih. . .
seorang teman mengkhanati hati ini. . .
betapa sakit hati ini. . .
Januari 14, 2008 at 5:15 pm |
sunnguh sangat besar nilai dari karya sastra ini, saya ingin menjadi seperti sosok kahlil gibran
Oktober 30, 2009 at 8:24 pm |
hy…
bisakah kau membuat syair cinta untukku
Februari 8, 2008 at 3:51 pm |
menarik. boleh lah tumpang nama. adakala aku tak pandai promote utk mencapai tahap penyair terbilang.
Februari 8, 2008 at 3:55 pm |
di setiap hujung jari
terkemilau nur mutiara
yang terbungkus dalam senak hati.
nurani telah sekian lama
sujud di bawah mentari
bertasydid di bawah cahaya bulan
dan aku setiap menyerahkan diri
pada Tuhan pada hujung jari
yang berterusan menuding
ke arah ufukNya.
Februari 13, 2008 at 1:00 am |
Azwin, yang kukenal
(suatu episod yang belum padam)
pada wajah potretmu
kudapat rasai silau sinar matamu
terkilas rona cinta yang menyusup kalbu
betapa cintamu masih unggul
tetapi sesekali dikelabui
awan senja yang tempias lalu
di sangkar rindumu.
NAAPIE MAT
FPPUPM
Februari 22, 2008 at 3:03 pm |
dengan apa kamu mencari hidup
adakah dengan laluan sebatas rasa
ataukah berbentuk suatu rencana?
kau bukan apa-apa dalam hidup ini
kau hanyalah seorang binatang jalang yang telanjang,
juga berbalut luka.
tersadar atau tidak, itu adalah hakmu.
itu saja
Februari 22, 2008 at 3:06 pm |
nyawa yang membungkus kulitku
hanya sebagian anugerah dari Yang Kuasa.
aku tak berbentuk dalam menjalani suatu penghidupan
yang selalu memaksaku melengkapi hidupku.
hidup yang bagaimana lagi?
aku tak tahu. namun yang nyata
tak seperti itu adanya.
Februari 27, 2008 at 12:38 pm |
komen saya… saya salut banget sama seluruh penyair di dunia ini, saya ingin menjadi penyair terkenal selanjutnya…
saya mau bertanya :
1- bagaimana langkah utama untuk menjadi penyair terkenal ?
2- apakah para penyair sekarang mengcopy paste hasil penyair sebelumnya ?
April 25, 2008 at 12:41 am |
BEZA
Ceria kicauan burung dipinggir desa
Bersahutan jeritan monyet bergayutan
Cengkerik menyanyi membuai sunyi
Mendendangkan lagu rimba
suara kesayuan: Alam tanpa akal
Tanpa akal mereka masih makhluk tuhan
satu nyawa, kematian yang tidak bererti
tiada dosa, tidak berfikir pasal neraka
apakah layak manusia sebagai pengukur
membiarkan mereka yang tidak mengerti
Mereka tidak punya apa-apa
tanpa jaminan, neraka menanti kasih
membakar manusia-manusia derhaka
dunia bergoncangan, mereka hampir pupus
masih tidak mengerti
mereka satu kehidupan
bermasyarakat dan berjuang untuk hidup
tiada bezanya, cuma sebuah pemberian akal
tanpa akal, manusia masih lagi monyet dihutan
dan tanpa tuhan
April 26, 2008 at 1:16 pm |
kalaulah ada sesiapa yang ingin membaca karya saya yang datang bagai bicara hati buat seorang yang tak tahu apa-apa
Mei 7, 2008 at 10:42 pm |
perbezaan sajak & syair……plz..aku bingung nak tau.
Julai 8, 2008 at 12:15 am |
ingin kujelajah segenap benua
ingin kuredah lurah berliku
ingin kutiti pelangi senja
dalam mencari hakiki
ingin kucari perigi kasih
ingin kudakap pilar cinta
yang gemilang
akhirnya di sini diriku
bersama sebuah cinta mekar
dan kasih berkembang
dalam senyum mewangi
cetusrasa dari insan yg lama menghilang
Hajah Sabariah Bahari
Julai 8, 2008 at 12:20 am |
epilog rindu kepada teman penyairku
(kpd semua penyair yg mengenaliku)
kian jauh musim berlalu meninggalkan pelabuhan ingatan
kian merentang jarak jauh yang memisahkan kita
kian kelam suram talian rindu
kian padam ilham untuk memadu bicara
kerna musim silam telah jauh berlari
meninggalkan kita dan meninggalkanku
menjadi aku yang baru
kini kukembali memeta kata
demi rinduku pada puisi
demi kasihku pada alam kita
Julai 8, 2008 at 12:47 am |
syabas,khalil gibran-puisimu mengutip rinduku kepada dunia Penyairku yg telah lama kutinggalkan.
terimakasih kepada puisimu yg akrabi dengan dunia penyair!
Julai 8, 2008 at 1:06 am |
selagi menulis terus menulis,syabas teruskan perjuangan kesusasteraan untuk memartabatkan bahasa Melayu di puncak …singgah2lah di teratak karyawan perak,banyak khazanah lama & baru tersimpan diarkib kesusasteraan kami..
Julai 23, 2008 at 10:42 am |
DIA KEMBALI BERTARUNG
Setelah lama dia menisankan diri tanpa pusara
akhirnya dia kembali berdepan insan Tuhan
dia sedia berpencak di gelanggang terbuka
dengan wajah duka dibayangi seraut luka
pertarungan kali ini mungkin lebih payah dan lelah
namun nuraninya telah tekad dan nekad
biar kering keringat, biar darah diperah
demi perjuangan yang belum selesai
demi hutang maruahnya yang belum dilangsai!
Ogos 7, 2008 at 1:16 am |
thank a lot. makasih…. hatur nuhun…
hade pisan lah ana jadi teu hese……
sakali deui hatur thank you
Ogos 7, 2008 at 3:29 pm |
aku tidak melihat siapa itu penyair, dan dari mana mereka datang.
karya mereka yang ada
sampai saat ini, bersalaman pun aku tidak pernah
tapi mereka ada
dunia mereka.
Ogos 12, 2008 at 11:21 pm |
BERCERITA TENTANG MALAM
sekujur tubuh manusia
berbaring dihamparan pantai
matanya melihat ke langit
dalam kendinginan malam
roh dan jasadnya hanya di temani oleh ombak yang memukul pantai
BERCERITA TENTANG MALAM
malam itu sungguh sunyi
mungkin penghuni alam sedang
nyenyak dibuai mimpi
manusia itu masih di pantai
masih matanya melihat ke langit
di langit tiada apa
hanya ada bulan yang pusam
tidak berseri
BERCERITA LAGI TENTANG MALAM
malam ini bulan sendiri
seperti manusia itu
tidak ditemani sesiapa
malam yang indah tiada bintang di sisi bulan
apakah makna indahnya malam
jika hadir bulan, dan bintang menyepi
apa ertinya tiada bintang
dan sinar bulan tidak berseri
TENTANG MALAM
manusia di hamparan itu masih tidak berganjak
masih setia pandangannya ke langit
dia mungkin khayal sendiri
atau mungkin dia ridukan
cahaya di langit malam
MALAM
hari ini malam begitu terang
di sinari cahaya lampu neon di kota
neon yang membuatkan manusia lupa tentang bulan dan bintang
cahaya yang berwarna terang
yang manusia khayal
apa bulan dan bintang di lupakan
setelah hadirnya neon kota
lihat ke langit
perhatikan bulan dan bintang
disitu adanya ketenangan
lampu di kota digantung berwayar
bintang bulan bagaikan terapung
kuasa allah menjadikannya
CERITA MALAM
manusia tadi bangun setelah lama berbaringan
disisirkan pasir dibadan
masih sempat mendongak ke langit
mungkin untuk ucapkan selamt malam
atau mungkin berharap
esok bintang akan hadir bersama bulan
BERCERITALAH LAGI TENTANG MALAM
penguin_kota
5:42 PM 8/9/2008
Ogos 12, 2008 at 11:23 pm |
SELENDANG IBU
hamparan kasih ibu
menyingkap cerita kasih dan sayang
yang hadir dalam jiwa ibu
ialah anak
hari ini bukan hari lahirmu
ku berikan sehelai selendang
yang harganya tak semewah kasihmu
aku adalah anak
anak yang banyak menghirup
madu kasihmu
yang tak terhabis hingga hujung hayat ibu
selendang itu ku letakkan di kepalamu
penghujungnya menutup dadamu
aku ungkapkan kata sayang ditelinga ibu
sudah banyak dia berjasa pada
jasad dan roh ini
tidak terbalas jasanya
walaupun aku korbankan nyawa ini
kasih ibu hingga hayatnya
tidak terkikis
wajahnya yang tenang membuatkan aku tersenyum
mungkinkah hidupnya kesampaian
aku merenung wajah ibu yang tenang
membuatkan air mata menitis
selendang itu ku biarkan menutup wajah ibu
kerana bagi ku
tuhan yang menyanyangimu
Ogos 12, 2008 at 11:25 pm |
klu leh komen la 2 puisi yg tak seberapa sy tulis tu. maaf klu tak sedap sbb sy masih blaja
November 22, 2009 at 4:11 pm |
Salam, saya nak bertanya…Bagaimana saudara dapat menangkap dan menyesuaikan kata-kata yang mempunyai maksud yang dalam, dengan adanya penggunaan metafora dan sebagainya.. saya ini pelajari kebolehan ini untuk disematkan dalam tulisan pembelajaran saya.
September 14, 2008 at 6:36 pm |
saya ingin mencari ridzuan kamis atau nama penanya snaggar kayangan yang sekian lama terpisah, harap beliau sudi berhubung dg saya semula
September 25, 2008 at 8:57 pm |
Sampai kapanpun Kahlil Gibran tetap menjadi inspirasi bagi saya.
Oktober 3, 2008 at 11:41 pm |
MENCARI LEO
semakin lama usia meretek
seakan kita terlalu jauh dipaut kesibukan
lalu selepas purnama itu
terlintas senyum mu
persis halilintar
merengus nyedarku
tentang terlalu lama
tidak kita bualkan
tentang puisi puitis bersahajamu
merebahkan aku
dibatasan relung
indah
indah
indah
dan aku inginkan lagi saat itu
bersama mu leo!!!!
November 13, 2008 at 5:34 pm |
kahlil gibran
seperti buku memberi makna
seperti air menyejukkan jiwa
membaca puisimu menggugah jiwa
November 18, 2008 at 9:20 pm |
hope you don’t mind if i put this link on my blog
Disember 22, 2008 at 11:01 am |
ANTARA LIDAH DENGAN MATA PENA INI
Antara lidah ini
dengan mata pena ini
aku luahkan apa yang nak dinyata
puisi terus dari mulut penyair
tertulis dengan mata pena ini
apa yang lidah ini berbahasa
aku kan tintakan dia dengan mata pena ini
Antara lidah ini
dengan mata pena ini
sama saja tajamnya
sama saja lembutnya
puisi dikaluti perasaan ini
puisi bersimpul dihujung dakwat ini
diminda dan dikanta mata penyair
tersimpan alumi khazanah puisi
dengan lidah dan mata pena ini
tersurat luahan hati
~Ria Darwina~
Disember 24, 2008 at 12:20 pm |
Selagi itu
Selagi itu kau senyum sendiri
selagi itu kau berkerut dahi
selagi itu jiwa kau merintis
selagi itu otak kau terganggu
mengurut misal dan janggut
berat mata memandang
rasa ada yang tak lengkap
rasa ada tak sempurna
rasa yang dicari tak jumpa
bibir bagaikan berbisik sesuatu
jari bagaikan melakar sesuatu
mata bagikan tercari sesuatu
fikiran entah kemana
selagi itu
puisi yang tersembunyi
seorang penyair bagaikan berduka
bagaikan bertapa dikota sunyi
bagaikan hilang dirimba berduri
luahkanlah segala
luahkanlah segala
apa yang difikir semua
berupa kiasan kalimat
bagaikan emas permata
tersimpan dalam peti harta
tersembunyi didalam bumi
alih dari pandangan mata
~Ria Darwina~
Disember 27, 2008 at 3:22 am |
saya pertama kali ke sini, nama Khalil Gibran sering singgah di cuping telinga tetapi inilah kali pertama saya menatap puisi-puisinya.
terasa kenyang dan senak sanubari
kali pertama berkunjung dan jika ada izin Yang Maha Pencipta pasti saya akan berkunjung lagi buat menatap ribuan puisi-puisi indah yang terhimpun di sini laksana harta yang tak ternilaikan
Februari 6, 2009 at 7:29 pm |
pada mulanya saya rasa syair ini susah sebab kena mengambil nafas yang panjang. tetapi setelah satu kejadian telah berlaku iaitu saya teerjumpa buku syair dan menyyuruh guru saya cikgu rosdey membacanya. dan ternyata ianya senang. not difficult
Februari 18, 2009 at 2:49 pm |
aku hidup dalam dunija hitam…
adakah kau boleh menerangi hidupku…???????????
aku sangat memerlukan kau…
Mac 19, 2009 at 7:08 pm |
………..
Mac 23, 2009 at 4:10 pm |
indah susunan kata
rendah jiwa tertanya-tanya
kuisan memutih makna
anugerah tuhan Zat Pencipta
biar berkias biar berjeda
menampung menyiar segugus agenda
berharap berkisah berhias bersuara
moga tertawan moga berbunga
salam perkenalan.
April 3, 2009 at 10:34 am |
wajah
wajah wajah duka, wajah sengsara
wajah gundah dan gulana
himpunan wajah-wajah memberi 1000 makna
namun wajah tak sentiasa seiring isi hati sebenar
wajah lara dan berpura-pura
ada juga wajah yang sering dilupa
wajah yang ada dimana-mana
ada kalanya wajah dan hati tak seiring bersama
wajah ingin dilihat dan sebaliknya
wajah juga menyimpan cerita
ada wajah bisa berkata-kata
kekadang wajah juga bisa menyimpan rahsia
April 4, 2009 at 11:07 am |
walaupun dia tlah tiada tapi karya-karyanya kan tetap abadi
huuuyy,,,,,,,,,, w penggemar karya-karya lo
April 14, 2009 at 4:10 pm |
Dunia tak lagi melalang Kisah Si bijak.
Mata meraka Tertiup aroma hasrat Kemunafikan.
Hanya Hati Yg di dalamnya menyimpan secercah kelembutan kasih sayang dan kejujuran yg mampu meraba dalamnya puluk kata dari yang tersembunyi dalam kata.
Ia terkadang Menjadi Sosok Panutan kala hati mereka rapuh, namun kata2 nya hanya jadi angin sepoi kala hari mereka dilanda suka cita.
Hidup nya penuh dengan hasrat2 membara, namun setitik pun tak pernah mereka goreskan tinta itu.
Hanya Meraka Yang dapat merasakan Dan Mengerti Seperti Apa Kesedihan yang Mendalam, Serta kebahagian yang sejati.
Kata2 mereka yang selalu menempatkan mereka dalam Sisi yang tak pernah mereka harapkan sebenarnya.
karna kata yang membuat mereka mengerti kehidupan mereka.
April 16, 2009 at 5:07 pm |
perwira gagah, banyangan gunung santubong
merendah lautan penuh likuan duri
mencari yang teperangkap dalam ombak cinta berapi
susunan langkah pahlawan agung
pulangmu membawa azimat pertiwi
hebatmu bukan kepalang
undurmu sebagai pahlawan terbilang
datangmu umpama taufan
langkahmu lautan halilintar
tagkasmu, gulungan thunami
garangmu bak gauman raja rimba
Melayu gah seperti namanya
tidak berganjak,
pantang keramat anak pendekar
menyusuri gelombang samudera,
tinta emas jadi taruhan
gedung ilmuan pusaka bangsa
April 16, 2009 at 5:13 pm |
(nukilan 6 april 2009)
Dalam ketenangan ku, terbayang sesuatu
masa kecilku yang penuh hila tawa
ku panjatkan syukur pada-Nya
kerana tabahkan hatiku menempuh dugaan.
Segalanya yang diperolehi kini, tak dapat aku bayangkan
walaupun diri ini dibayangi tohmahan waktu dahulu
namun aku pasrah kerana keluarga pembakar semangat
yang menjadi azimat buat ku kini.
Perjalanku masih jauh
tabahkan hatiku untuk tempuhi semuanya
perjuangan belum tamat
kerana segulung ijazah menjadi taruhan
Akan terbukti satu hari nanti
segala tohmahan itu bukan realiti
kerana aku anak petani
berjiwa kental penuh berduri.
Jangan perkecilkan tekad ini
selagi nadi masih berdenyut
moga peroleh berkat dari maha kuasa
dalam dunia penuh pancaroba
Mei 6, 2009 at 9:14 am |
Dirimu hadir….. saat aku DIAM…
DIAM dalam keDIAMan…
Menatap mesra… lembut dan manja…
Menggetarkan sang diri yang terlena…
Lupaaa…… Hilaaaang sudaaah semua perkara….
Saat sapaaaan dan belaianMU datang
Tertumpah Rindu hati dalam isak tangis penyerahaaan…
hmm…. Sungguh indaaah…. tak terkira rasanya…
Apalah daya ini….
Lepas sudah… telanjang….
Semua tertinggaaaal….
Hidup dalaaam HIDUP….
Salam Sayang…
Mei 13, 2009 at 10:58 pm |
kemelut
apalagi yang kau tunggu
hujan dan kemarau sudah kering
menjadi debu waktu yang bersalah
kau tadahlah tubuhmu di telaga
basuhlah kemelut kesilapan
dengan rasa penyesalan
dan insaf yang dalam
kau pulanglah
kerana hujan dan kemarau
marah-marah
Jun 11, 2009 at 12:27 am |
Janjiku..
Janjiku padamu Ayah
Adalah untuk membawa dirimu pulang.
Kendi rindu yang kau pesan masih kusimpan
Hingga ampuh dianjung tangan.
Walau malap di suralaya impian
Walau wajah seri sayu terbenam.
Janjiku…
Janjiku padamu Ayah
Aku sendiri akan membunuh segala
Jejari waktu yang meringkas kita
Rindu menggunung tinggi belum terbalas.
Karena apa gelung tiap detak itu? Ibu masih menunggu.
Menunggu dirimu untuk pulang lekas.
RedOpium
Singapore
Jun 11, 2009 at 6:03 pm |
puiainya keren. salam kenal.
Jun 26, 2009 at 12:09 pm |
Matahari bersinar pada pagi minggu ketiga bulan juli dipenuhi kedamaian, cahayanya masuk melewati jendela kamarku, memelukku dengan kehangatannya, memberikan harapan baru-impian baru. Pun aku tahu tak selalu harapan jadi kenyataan, tapi tanpa harapan manusia adalah makhluk tak bertujuan, terombang-ambing di samudera kehampaan.
Harapan itu seperti cahaya di kegelapan, memberikan arah untuk melangkah agar tak salah, dengan harapan kita tak lagi jadi daun rapuh yang jatuh ke tanah dan linglung mencari rumah. Mungkin sebab itulah yang menjadikan ku lelaki dengan penuh impian, impian akan hari esok yang jauh lebih baik dari sekarang, dan hari sekarang yang jauh lebih baik dari esok.
Dengan impian-impian itulah diriku terbentuk, tanpa harus menjadikan impian itu hanya jadi khayalan, seperti yang pernah teman ku bilang “jangan jadikan impian itu onani basi”, ya….. onani basi adalah membiarkan diri terjebak di impian-impian tanpa ada tindakan apa-apa, menjadikan impian itu hanya tong kosong yang nyaring bunyinya. Tentu, aku tak mau jadi orang merugi, orang yang hanya bisa bicara tanpa bisa beraksi, di saat itulah aku berteriak pada diriku sendiri “Stop DREAMING Start ACTION”.
Maka dimulailah dengan melakukan pertanyaan kecil di kepala, membiarkan pertanyaan itu menari jalang dengan telanjang. Pertanyaan semisal, bagaimana menggapainya? langkah pertama apa yang mesti dilakukan untuk mencapainya?. Lalu menyusun rencana-rencana di sepetak kertas, menggoreskan segala macam cara untuk menghadapi setiap kemungkinan – baik atau buruk, disinilah aku mulai bermain dengan pertimbangan pertimbangan pada segala keuntungan dan segala kerugian, pada keberhasilan dan kegagalan, aku tak mau impian tentang keberhasilan membutakan, dan kegagalan menjadikan ku manusia pesimis.
Setelah itu mulailah raga bergerak, siap dengan jari yang mengepal, meninju karang dengan garang, tak takut lelah dan tak mau menyerah.
Jika, memang ternyata kejatuhan ada di depan, itu tak menjadikan ku manusia kalah karena yang jadi masalah adalah bagaimana kita berdiri lagi, bermimpi lagi dan bergerak lagi. Bagi ku jika kita berusaha maka akan selalu ada hasilnya, besar atau kecil itu tergantung dari bagaimana kita me-manage-nya, dan seberapa keras kita berusaha untuk mencapainya.
Satu hal yang mesti diingat jika jatuh merengkuh “Jangan pernah salahkan siapapun akan kegagalan kita”. Menyalahkan tak akan memberikan jawaban, itu hanya akan membuat kita terjebak pada polemik salah dan benar, polemik berkepanjangan dan akan semakin menenggelamkan kita pada kegagalan (itulah yang menjadikan kita kalah), kita harus mengerti bahwa di setiap kegagalan di situ ada pembelajaran yang dapat menjadikan kita orang yang lebih baik dari kemarin. Mulailah mencari jawaban dari pertanyaan “bagaimana kita berdiri lagi? bergerak lagi?melaju lagi”, karena waktu terus berjalan maju, ia tak pernah mau menunggu.
Jun 26, 2009 at 12:11 pm |
ketika waktu tak bisa lagi ku ajak bercumbu……………. ketika angin tak bisa lagi ku kecup……….. ketika irama tak bisa lagi ku ajak bersenggama ………………. ketika kata tak bisa lagi kuajak berfoya-foya…………………
masihkah akan aku berjibaku dengan waktu, bergulat dengan ragu………………..
lihat lebih banyak kata berfoya-foya di..
http://firmansyaharia1982.wordpress.com/
Jun 27, 2009 at 4:26 pm |
hidup kadang memang tak adil
kadang bisa di mengerti kadang tidak
tapi hidup adalah suatu anugrah yan maha kuasa
kana hanya dengan hidup kita dapat merasakan kedahsyatan sang pencipta
Jun 27, 2009 at 4:31 pm |
tulisan ku
sipa sja yang membaca tulisanku,.,.
janganlah abaikan
walau tak sehebat tulisan kahlil gibran ataupun tak seindah syair chairil anwar
tapi semangat juang hidup ku yangt akan ku samakan dengan hidup sang chairil anwar
hidup itu memang sebentar seperti umur chaitil anwar
dan hidup itu menakutkan seperti hidupnya kahlil gibran
tapi ilmu dan tulisanku kan tetap hidup dan akan indah jikalau kau membaca tulisanku
karna hanya dengan tulisan aku dapat berkarya
Julai 6, 2009 at 2:05 pm |
jauh indah penuh erti…
madah tersusun tersemat dihati…
aku tampak terus mendekati…
walaupun ini bukan pilihan disisi…
aku pasrah menerima dugaan ini…
penyair kau adalah Malaikat memberi rahmat Illahi…
menolong ku untuk teguh berdiri…
menarik jiwa ku untuk bertemu illahi…
walaupun aku tahu, aku telah berada di atas api…
tetap aku berdiri untuk memerangi…
jiwa kau penyair jelas tampak berani…
dengan kelembutan tulisan yang berbunga duri…
menghunus lembut kehati lalu bersemadi…
bersama illahi kau berada kini…
izinkan aku untuk mendampingi…
agar kita dapat menulis kembali…
karya yang agung untuk illahi…
Julai 27, 2009 at 2:22 pm |
Dikala hujan turun membasahi bumi
Hati aku juga dibasahi oleh hujan air mata
Yang gugurnya oleh sebab derita perpisahan
Ia membuat hati ini menderita
Walaupun tidak siapa pun mengetahuinya
Penderitaan yang aku lalui
Aku terpaksa melepaskanya kerana aku tidak mampu
Menandinginya kerana aku Cuma seekor gagak yang kesepian
Sedangkan si dia seekor merpati putih yang jauh lebih hebat dari diri ku
Namun begitu hati ini tidak akan lupa raut wajah mu
Sinar cahaya mata mu yang membuat diri ini hayal
Hayal dengan bayang sendiri
Membuat aku lupa akan diri ini
Aku tidak mampu menandingi mu
Namun jauh di sanubari ku
Ku selit rasa cinta ku agar tidak siapa yang mengetahuinya………………………..
Nukilan hati seorang yang kesunyian
Julai 27, 2009 at 5:29 pm |
hanya kau ku rindu…
kelam malam menyeliputi sepi…
menerbangkan dedaun menyentuh pipi…
mengesat air satria gagah berani…
berjuang hingga hilang arah berlari…
dimana langkah dimana kini…
siapa kembali siapa pergi…
masihkah ada harapan dimasa ini…
merekah bergetar terasa dibenak hati…
menyulam tanah dibungkus sendiri…
biarkan masa laju berlari…
meninggalkan kesan luka-luka diri…
jasad parah terhunus duri-duri…
memerhati saat-saat kembali…
tiada siapa mengelilingi…
tiada siapa temani…
hanya bayang singgah memberi harga diri…
hujan melimpahkan air merah membasai…
menghilangkan kesan kesakitan dialami…
membuatkan jiwa teguh mendekati…
berjanji pada diri…
Tiada… tiada… hanya Kau ku rindui…
mengapakah aku masih tidak mati…
ungkapkan kalimah hunuskan lagi…
biar melimpah biar bersepah jasad mati…
tetap teguh ingin memiliki…
aku hanya hamba… perlukah hamba tidak mentaati…
tidak tercapai…
hanya memerhati…
ingin berlari…
apakan daya langkah mati…
dibaham kegilaan kerinduan menyiat hati…
aku akan mencari walau tanah menyelibungi…
Ogos 9, 2009 at 6:28 pm |
kata cinta madu jiwa
pada sulaman rasa
ada akal pincang
mencari tongkatnya
ada ruh patah
meraba anduhnya
pada hati nista
menyirna imannya
pada lazuardi senja
hembuskan aku narwastu rindu
ku atur jejak kembali berpadu
kembali pada Tuhanku…
Ogos 12, 2009 at 1:37 pm |
mengertikah mereka…
hari- hari yang aku lalui..
seolah-olah memahami segala isi hatiku
resah
gelisah
gundah gulana
kecewa yang tak sudah
apaka salah dengan tuturanku
niat hanya bermadah…
baik niatku
buru yang disangka
hampa..kecewa..
September 17, 2009 at 9:23 am |
puisi ini sungguh indah sekali……..
puisi ini juga amat menarik…..
Oktober 6, 2009 at 1:36 pm |
kunjungan …
Oktober 20, 2009 at 12:17 pm |
lain tak de kerw…… asyik nie jerw
November 15, 2009 at 5:57 pm |
Jangan kau takuti,
Jalan kehidupan ini,
Yang dipenuhi dengan duri yang mencalar jiwamu, mencakar maruahmu,
Kau harus teruskan,
Jangan kau tinggalkan,
Iman titianmu ke alam sana,
Doa pelangimu yang menghiasi dunia,
Usahalah kau, kecapi syurga,
Lepaskan rindumu ke awan cinta…
Jangan kau ragui,
Kebenaran yang hakiki,
Terpancar dari jiwa-jiwa murni, yang sedang tunduk setia pada Illahi,
Kau harus mulakan,
Jangan kau lupakan,
Perjuangan demi secebis harapan,
Demi subuh yang kesunyian,
Tanpa kemerduan suara azan,
Pilihlah cahaya suci keinsafan…