Sajak A Aziz Deraman – Lidah Bangsa

LIDAH BANGSA

Lidah bangsaku tiba-tiba kelu
di hujung satu dekad abad ke-21
buana yang resah benua tidak tentu
akan segala yang mungkin alaf baru,
ketika kuasa-kuasa bertukar haluan
krisis ekonomi gelegak di tangan
budaya hidup yang terencat
sosial manusia yang bejat
di sisi globalisasi liberalisasi
bangsaku hilang berani.

Dari dahulu di bumi merdeka ini
bangsaku bingkas
bangun berdiri
bersatu langkah sederap serentak
yakin bangunkan nusa yang hebat
dimalui disegani dihormati orang
atas kekuatan aneka macam
taat setia rakyat menjulang
satu padu bukan kepalang
sepakat nikmat kemakmuran,
jika muncul aliran baru alur fikir
menerjah tanpa nyata batin zahir
nusa ini akan nanar
jadi pohon tidak berakar.

A AZIZ DERAMAN
Kuala Lumpur

About these ads

15 Responses to Sajak A Aziz Deraman – Lidah Bangsa

  1. Ria Darwina berkata:

    Lidah ini jangan dipaksa
    Kalau ianya mula petah
    Tajamnya bagaikan sebilah pedang
    Menikam disetiap ruang rongga
    Ditubuh lesu yang tak bermaya

    Lidah ini memang berkuasa
    Jika ianya mula berbicara
    Kekadang sakit jiwa raga
    Berdesing gegendang telinga

    Lidah ini lancar berbahasa
    Bukan saja senang membelit kata
    Bersama akal seringan kata
    Merdeka
    Merdeka
    Merdeka
    Puas

    Lidah ini dah tua
    Tapi masih petah untuk berkata-kata
    Bagaikan burung kakak tua
    Tapi ideanya masih dihormati dunia

    Lidah ini juga pernah berkata
    Negara ini bebas dari semua
    Belenggu penjajah yang sudah tiada
    Tapi kenapa masih dalam dilemma
    Kerna lidah yang patut menyebut
    Mari kita bermuafakat semua….

    Ria Darwina

  2. razimah berkata:

    assalamualaikum w.r.h

    Pagi yang hening ini, aku menitiskan airmata apabila membaca sajak Makam Bonda tulisan Usman Awang dan Lidah Bangsa hasil nukilan Aziz Deraman. Betapa moleknya kata kata beliau berdua. Sajak ini amat jelas menyedarkan kita bahawa kesedaran dan keinsafan serta perpaduan teramat penting dalam hidup ini. Jika anak anak generasi baru dapat meluangkan sedetik masa mereka untuk metrenung kata kata dalam sajak tersebut alangkah keberuntungan mereka. Tetapi bagaimana hendak bersaing dengan tarikan lain. Mungkin elok di sekolah sekolah serta daerah daerah atau komuniti komuniti setempat menyediakan semula ruangan teater , pentomin atau drama pendsek atau deklamasi sajak berlagu….bagi memaksa mereka ….TQ. Tahaniah di atas inisiatif tuan semua kerana menyediakan ruangan ini …hanya Allah sahaja yang membalas pengorbanan tuan/.puan.

  3. zulyunus berkata:

    tak guna pandai bicara
    tatkala kebohongan juga yang terhambur
    di sebalik kemunafikan yang bertakhta
    indah, seolah dihias permata berlian
    namun punah, ibarat buih-buih di lautan
    kosong dari ruh, sepi dari kebenaran
    yang ada cuma madah bersulam emas
    menipu penuh seni

    tak guna pandai bermadah indah
    andai amal tak menurut bersama
    yang ada cuma sesal tak henti
    kesedihan tak dikunjung harapan
    mengeluh entah di mana penghujungnya
    bercerita penuh syahdu
    namun diam seribu amal
    dan bangsapun terus terlopong
    menanti sinar perubahan
    dari seorang pekerja umat
    bukan seorang pengkritik bebas
    di sebalik tabir bersembunyi
    bercerita di sana-sini
    namun umat terus menangis
    menderita tak dirawat

    wahai diriku
    jangan pernah lesu berbicara kebenaran
    jangan pernah lupa membuktikan dalam amal
    agar kebenaran tidak tinggal harapan

    Zulkifly Mohd Yunus

  4. JimmyBean berkata:

    I don’t know If I said it already but …Excellent site, keep up the good work. I read a lot of blogs on a daily basis and for the most part, people lack substance but, I just wanted to make a quick comment to say I’m glad I found your blog. Thanks, :)

    A definite great read..Jim Bean

  5. Muhammad Hafiz Mustapha berkata:

    Bangsa,
    Berlidah atau tidak,
    Berkaki atau lumpuh,
    Bertangan atau kudung,
    Jiwa jugalah yang utama,
    Bergerak deras bersama usaha,
    Memartabatkan,
    Bangsa itu sendiri!

  6. Noor Hafizan Binti Baharuddin berkata:

    DOA (A Aziz Deraman)

    Ya Allah
    hanya bagi-Mu segala puji
    atas nikmat kaukurniakan

    Ya Allah Ya Rabbi
    rahmatkanlah akan penghuluku keluarga dan para
    sahabatnya
    rahmatkanlah akan segala anbia dan pesuruh-Mu
    rahmatkanlah akan segala para wali dan syuhada
    rahmatkanlah akan segala hamba-Mu yang beriman,
    maka demi kebesaran dan kemuliaan-Mu
    pula aku mohon kebajikan
    pula aku mohon perlindungan,
    berikanlah aku kekuatan imanku
    banyak rezekiku panjang usiaku
    dalam rahmat dan sejahtera-Mu.
    Jauhilah daku dengan bala dan celaka
    Jauhilah daku dengan dosa jahat dan duka nestapa

    Ya Allah Ya Rahman
    aku mohon limpah perkenan dan keampunan-Mu
    aku mohon petunjuk dan keredaan-Mu.
    Jadikanlah doaku ini tiang sinar cahaya
    hikmatnya bisa menerangi ceruk rantau bumi
    hikmatnya bisa menyapu buih-buih laut
    hikmatnya bisa memindahkan setiap biji pasir Sahara.
    Jadikanlah doaku ini senjataku
    buatku perolehi kemenangan dunia akhirat-Mu

    Ya Allah Ya Rahim
    jauhilah umat-Mu
    daripada pecah belah
    jauhilah bangsaku
    daripada lembah hina-dina
    jauhilah kami
    daripada jalan Kaumurka

    Ya Allah Ya Tuhanku
    biar pada-Mu saja
    kami berlindung.
    Amin

  7. Noor Hafizan Binti Baharuddin berkata:

    salam..saya dpt sajak doa nukilan aziz deraman ni dari sahabat saya…harap yg lain2 dpt hayati sajak ni….

  8. wan zainuddin berkata:

    sila siarkan sajak A Aziz Deraman yang bertajuk yang pergi dan yang datang

  9. nora berkata:

    bes lah.
    I like it.

  10. Nor berkata:

    alhamdulillah..terima kasih kepada saudari yang sudi berkongsi sajak DOA itu. barakallahufikk..

  11. zarina berkata:

    salam..selalu dengar sajak A Aziz Deraman yang bertajuk ‘kepada yang pergi, kepada yang datang’ di ikim.fm..harap dapat berkongsi, di mana saya dpt cari sajak ni..

  12. hayati berkata:

    salam..saya juga pencinta puisi…saya mengagumi puisi datuk aziz deraman dan semua penyajak agung negara..nanti kita boleh kongsi puisi2 yang ada…utk dijadikan iktibar bersama.

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 105 other followers

%d bloggers like this: