Biografi Jalaludin Rumi

 

Mawlana Jalaludin Rumi
Oleh Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani
( Grandson of Mawlana Rumi )

“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih
jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap
orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih
yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia
begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang
tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan
mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika
kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.

( Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazhim Adil
al-Haqqani – Cucu dari Mawlana Rumi, Lefke, Cyprus
Turki, September 1998)

————————————–

Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi juga seorang
tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Rumi adalah
guru nomor satu Thariqat Maulawiah, sebuah thariqat
yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah
sekitarnya. Thariqat Maulawiah pernah berpengaruh
besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan
kalangan seniman sekitar tahun l648.

Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewaan
akal dan indera dalam menentukan kebenaran. Di
zamannya, ummat Islam memang sedang dilanda penyakit
itu. Bagi mereka kebenaran baru dianggap benar bila
mampu digapai oleh indera dan akal. Segala sesuatu
yang tidak dapat diraba oleh indera dan akal, dengan
cepat mereka ingkari dan tidak diakui.

Padahal menurut Rumi, justru pemikiran semacam itulah
yang dapat melemahkan Iman kepada sesuatu yang ghaib.
Dan karena pengaruh pemikiran seperti itu pula,
kepercayaan kepada segala hakekat yang tidak kasat
mata, yang diajarkan berbagai syariat dan beragam
agama samawi, bisa menjadi goyah.

Rumi mengatakan, “Orientasi kepada indera dalam
menetapkan segala hakekat keagamaan adalah gagasan
yang dipelopori kelompok Mu’tazilah. Mereka merupakan
para budak yang tunduk patuh kepada panca indera.
Mereka menyangka dirinya termasuk Ahlussunnah.
Padahal, sesungguhnya Ahlussunnah sama sekali tidak
terikat kepada indera-indera, dan tidak mau pula
memanjakannya.”

Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena
tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum
pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan
selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah
penyembuhan yang terkandung dalam obat. “Padahal, yang
lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang
tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah
Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah
kegunaannya tersembunyi di dalamnya?” tegas Rumi.

PENGARUH TABRIZ

Fariduddin Attar, salah seorang ulama dan tokoh sufi,
ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun
pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak akan
menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian
mencatat, ramalan Fariduddin Attar itu tidak meleset.

Rumi, Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30
September 1207. Mawlana Rumi menyandang nama lengkap
Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi.
Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya
dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal
sebagai daerah Rum (Roma).

Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah
seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena
kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia
digelari Sulthanul Ulama. Namun rupanya gelar itu
menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan
mereka pun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin
ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh
hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk
keluarganya. Ketika itu Rumi baru berusia lima
tahun. Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup
berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain.
Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut).
Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya
(Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap
di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad,
mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga
mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama
yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula
ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun.

Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada
Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan
pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga
menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu.
Beliau baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut
mengajar di perguruan tersebut.

Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya
sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya
yang luas, di samping sebagai guru, beliau juga
menjadi da’i dan ahli hukum Islam. Ketika itu banyak
tokoh ulama yang berkumpul di Konya. Tak heran jika
Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul
para ulama dari berbagai penjuru dunia.

Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika beliau
sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi
adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah
yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana
seorang ulama, beliau juga memberi fatwa dan tumpuan
ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu
berubah seratus delapan puluh derajat ketika beliau
berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin
alias Syamsi dari kota Tabriz.

Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan
khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya.
Tiba-tiba seorang lelaki asing–yakni Syamsi
Tabriz–ikut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan
riyadhah dan ilmu?” Mendengar pertanyaan seperti itu
Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat
pada sasarannya. Beliau tidak mampu menjawab.
Akhirnya Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah
bergaul beberapa saat, beliau mulai kagum kepada
Tabriz yang ternyata seorang sufi.

Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku
ayahnya itu, “Sesungguhnya, seorang guru besar
tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari
sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski
sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah
kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu
melihat kandungan ilmu yang tiada taranya.”

Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan
Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk
berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan
mengembangkan emosinya, sehingga beliau menjadi
penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan
menyanjung gurunya itu, beliau tulis syair-syair, yang
himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan Syams
Tabriz. Beliau bukukan pula wejangan-wejangan gurunya,
dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat Syams Tabriz.

Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi
baru, Syaikh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas
dorongan sahabatnya itu, selama 15 tahun terakhir masa
hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair
yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnavi.
Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700
bait syair. Dalam karyanya ini, terlihat ajaran-ajaran
tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk
apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain.
Bahkan Masnavi sering disebut Qur’an Persia. Karya
tulisnya yang lain adalah Ruba’iyyat (sajak empat
baris dengan jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam
bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang
metafisika), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya
kepada sahabat atau pengikutnya).

Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan
Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di
Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para
Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena
para penganut thariqat ini melakukan tarian
berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling,
dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase.

WAFATNYA MAWLANA RUMI

Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya.
Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya
tiba-tiba dilanda kecemasan, karena mendengar kabar
bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, tengah menderita
sakit keras. Meskipun demikian, pikiran Rumi masih
menampakkan kejernihannya.

Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendo’akan,
“Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu
dengan kesembuhan.” Rumi sempat menyahut, “Jika
engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan
bermakna baik. Tapi kematian ada juga yang kafir dan
pahit.”

Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember
1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke
Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan,
penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan
kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai
Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para
pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati
tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau.

“SAMA”, Tarian Darwis yang Berputar

Suatu saat Rumi tengah tenggelam dalam kemabukannya
dalam tarian “Sama” ketika itu seorang sahabatnya
memainkan biola dan ney (seruling), beliau mengatakan,
“Seperti juga ketika salat kita berbicara dengan
Tuhan, maka dalam keadaan extase para darwis juga
berdialog dengan Tuhannya melalui cinta. Musik Sama
yang merupakan bagian salawat atas baginda Nabi
Sallallahu alaihi wasalam adalah merupakan wujud musik
cinta demi cinta Nabi saw dan pengetahuanNya.

Rumi mengatakan bahwa ada sebuah rahasia tersembunyi
dalam Musik dan Sama, dimana musik merupakan gerbang
menuju keabadian dan Sama adalah seperti electron yang
mengelilingi intinya bertawaf menuju sang Maha
Pencipta. Semasa Rumi hidup tarian “Sama” sering
dilakukan secara spontan disertai jamuan makanan dan
minuman. Rumi bersama teman darwisnya selepas solat
Isa sering melakukan tarian sama dijalan-jalan kota
Konya.

Terdapat beberapa puisi dalam Matsnawi yang memuji
Sama dan perasaan harmonis alami yang muncul dari
tarian suci ini. Dalam bab ketiga Matsnawi, Rumi
menuliskan puisi tentang kefanaan dalam Sama, “ketika
gendang ditabuh seketika itu perasaan extase merasuk
bagai buih-buih yang meleleh dari debur ombak laut”.

Tarian Sakral Sama dari tariqah Mevlevi Haqqani atau
Tariqah Mawlawiyah ini masih dilakukan saat ini di
Lefke, Cyprus Turki dibawah bimbingan Mawlana Syaikh
Nazim Adil al-Haqqani. Ajaran Sufi Mawlana Syaikh
Nazim dan mawlana Syaikh Hisyam juga merambah
keberbagai kota di Amerika maupun Eropa, sehingga
tarian Whirling Dervishes ini juga dilakukan di banyak
kota-kota di Amerika, Eropa dan Asia di bawah
bimbingan Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani.

Tarian Sama ini sebagai tiruan dari keteraturan alam
raya yang diungkap melalui perputaran planet-planet.
Perayaan Sama dari tariqah Mevlevi dilakukan dalam
situasi yang sangat sakral dan ditata dalam penataan
khusus pada abad ke tujuh belas. Perayaan ini untuk
menghormati wafatnya Rumi, suatu peristiwa yang Rumi
dambakan dan ia lukisakna dalam istilah-istilah yang
menyenangkan.

Para Anggota Tariqah Mevlevi sekarang belajar
menarikan tarian ini dengan bimbingan Mursyidnya.
Tarian ini dalam bentuknya sekarang dimulai dengan
seorang peniup suling yang memainkan Ney, seruling
kayu. Para penari masuk mengenakan pakaian putih yang
sebagai simbol kain kafan, dan jubah hitam besar
sebagai symbol alam kubur dan topi panjang merah atau
abu-abu yang menandakan batu nisan.

Akhirnya seorang Syaikh masuk paling akhir dan
menghormat para Darwish lainnya. Mereka kemudian balas
menghormati. Ketika Syaikh duduk dialas karpet merah
menyala yang menyimbolkan matahari senja merah tua
yang mengacu pada keindahan langit senja sewaktu Rumi
wafat. Syaikh mulai bersalawat untuk Rasulullah saw
yang ditulis oleh Rumi disertai iringan musik,
gendang, marawis dan seruling ney.

Peniup seruling dan penabuh gendang memulai musiknya
maka para darwis memulai dengan tiga putaran secara
perlahan yang merupakaan simbolisasi bagi tiga tahapan
yang membawa manusia menemui Tuhannya. Pada puatran
ketiga Syaikh kembali duduk dan para penari melepas
jubah hitamnya dengan gerakan yang menyimbulkan
kuburan untuk mengalami ‘ mati sebelum mati”,
kelahiran kedua.

Ketika Syaikh mengijinkan para penari menari, mereka
mulai dengan gerakan perlahan memutar seperti putaran
tawaf dan putaran planet-planet mengelilingi matahari.
Ketika tarian hamper usai maka syaikh berdiri dan
alunan musik dipercepat. Proses ini diakhiri dengan
musik penutup danpembacaan ayat suci Al-Quran.

Rombongan Penari Darwis, secara teratur menampilkan
Sama di auditorium umum di Eropa dan Amerika Serikat.
Sekalipun beberapa gerakan tarian ini pelan dan terasa
lambat tetapi para pemirsa mengatakan penampilan ini
sangat magis dan menawan. Kedalaman konsentrasi, atau
perasaan dzawq dan ketulusan para darwis menjadikan
gerakan mereka begitu menghipnotis. Pada akhir
penampilan para hadirin diminta untuk tidak bertepuk
tangan karena “Sama” adalah sebuah ritual spiritual
bukan sebuah pertunjukan seni.

Pada abad ke 17, Tariqah Mevlevi atau Mawlawiyah
dikendalikan oleh kerajaan Utsmaniyah. Meskipun
Tariqah Mawlawiyah kehilangan sebagian besar
kebebasannya ketika berada dibawah dominasi
Ustmaniyah, tetapi perlindungan Sang Raja menungkinkan
Tariqah Mawlawi menyebar luas keberbagai daerah dan
memperkenalkan kepada banyak orang tentang tatanan
musik dan tradisi puisi yang unik dan indah. Pada Abad
ke 18, Salim III seorang Sultan Utsmaniyah menjadi
anggota Tariqah Mawlawiyah dan kemudian dia
menciptakan musik untuk upacara-upacara Mawlawi.

Selama abad ke 19 , Mawlawiyah merupakan salah satu
dari sekitar Sembilan belas aliran sufi di Turtki dan
sekitar tigapuluh lima kelompok semacam itu dikerajaan
Utsmaniyah. Karena perlindungan dari raja mereka,
Mawlawi menjadi kelompok yang paling berpengarh
diseluruh kerajaan dan prestasi cultural mereka
dianggap sangat murni. Kelompok itu menjadi terkenal
di barat., Di Eropa dan Amerika pertunjukkan keliling
mereka menyita perhatian public. Selama abad 19,
sebuah panggung pertunjukkan yang didirikan di Turki
menarik perhatian banyak kelompok wisatawan Eropa yang
dating ke Turki.

Pada tahun 1925, Tariqah Mawlawi dipaksa membubarkan
diri ditanah kelahiran mereka Turki, setelah Kemal
Ataturk pendiri modernisasi Turki melarang semua
kelompok darwis lengkap dengan upacara serta
pertunjukkan mereka. Pada saat itu makam Rumi di Konya
diambil alih pemerintah dan diubah menjadi museum
Negara.

Motivasi utama Atatutrk adalah memutuskan hubungan
Turki dengan masa pertengahan guna mengintegrasikan
Turki dengan dunia modern seperti demokrasi ala barat.
Bagi Ataturk tariqah sufi menjadi ancaman bagi
modernisasi Turki. Pada saat itulah Syaikh Nazim
ق mulai menyebarkan bimbingan spiritual dan
mengajar agama Islam di Siprus, Turki.

Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani

Banyak murid yang mendatangi Mawlana Syaikh Nazim dan
menerima Thariqat Naqsybandi Haqqani. Selain itu
beliau adalah pemegang otoritas Mursyid tujuh Tariqah
Sufi besar lainnya, termasuk Mevlevi Haqqani atau
Mawlawiyah, Qodiriah, Syadziliyah, Chisty. Namun
sayang, waktu itu semua agama dilarang di Turki dan
karena beliau berada di dalam komunitas orang-orang
Turki di Siprus, agama pun dilarang di sana. Bahkan
mengumandangkan azan pun tak diperbolehkan.

Langkah Syaikh Nazim yang pertama ketika itu adalah
menuju masjid di tempat kelahirannya dan
mengumandangkan azan di sana, segera beliau dimasukkan
penjara selama seminggu. Begitu dibebaskan, Syaikh
Nazim ق pergi menuju masjid besar di Nikosia dan
melakukan azan di menaranya. Hal itu membuat para
pejabat marah dan beliau dituntut atas pelanggaran
hukum.

Sambil menunggu sidang, Syaikh Nazim ق terus
mengumandangkan azan di menara-menara masjid di
seluruh Nikosia. Sehingga tuntutannya pun terus
bertambah, ada 114 kasus yang menunggu beliau.
Pengacara menasihati beliau agar berhenti melakukan
azan, namun Syaikh Nazim ق mengatakan, “ Tidak,
aku tidak bisa mengehntikannya. Orang-orang harus
mendengar panggilan azan untuk shalat.”

Ketika hari persidangan tiba, Mawlana Syaikh Nazim
didakwa atas 114 kasus mngumandangkan azan diseluruh
Cyprus. Jika tuntutan 114 kasus itu terbukti, maka
beliau bisa dihukum 100 tahun penjara. Tetapi pada
hari yang sama hasil pemilu diumumkan di Turki.
Seorang laki-laki bernama Adnan Menderes dicalonkan
untuk berkuasa. Langkah pertamanya ketika terpilih
menjadi Presiden adalah membuka seluruh masjid-masjid
dan mengizinkan azan dikumandangkan dalam bahasa Arab.
Inilah keajaiban yang diberikan Allah swt kepada
Mawlana Syaikh Nazim.

Hingga saat ini makam Rumi di Konya tetap terpelihara
dan dikelola oleh pemerintah Turki sebagai tempat
wisata. Meskipun demikian pengunjung yang datang
kesana yang terbanyak adalah para peziarah dan bukan
wisatawan. Melalui sebuah kesepakatan pemerintah
Turki, pada tahun 1953 akhirnya menyetujui tarian
“Sama” Tariqah Mawlawi dipeertontonkan lagi di Konya
dengan syarat pertunjukan tersebut bersifat cultural
untuk para wisatawan.

Rombongan Darwis juga diijinkan untuk berkelana secara
Internasional. Meskipun demikian secara keseluruhan
berbagai aspek sufisme tetap menjadi praktek yang
illegal di Turki dan para sufi banyak diburu sejak
Ataturk melarang agama mereka.

Wa min Allah at Tawfiq 

————————————-

Maulana Jalaluddin Rumi, Menari di Depan Tuhan

“AKAN tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak, dan
makam kita tegak di jantung kota. Gelombang demi
gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita,
menggemakan ucapan-ucapan kita.”

Itulah ucapan Jalaluddin Rumi pada putranya, Sultan
Walad, di suatu pagi. Dan waktu kemudian berlayar,
melintasi tahun dan abad. Konya seakan terlelap dalam
debu sejarah. “Tetapi, kota Anatolia Tengah ini tetap
berdiri sebagai saksi kebenaran ucapan Rumi,” tulis
Talat Said Halman, peneliti karya-karya mistik Rumi.

Kenyataannya memang demikian. Lebih dari 7 abad, Rumi
bak bayangan yang abadi mengawal Konya, terutama untuk
pada pengikutnya, the whirling dervishes, para darwis
yang menari. Setiap tahun, dari tanggal 2-17 Desember,
jutaan peziarah menyemut menuju Konya. Dari delapan
penjuru angin mereka berarak untuk memperingati
kematian Rumi, 727 tahun silam.

Siapakah sesungguhnya makhluk ini, yang telah
menegakkan sebuah pilar di tengah khazanah keagamaan
Islam dan silang sengketa paham? “Dialah penyair
mistik terbesar sepanjang zaman,” kata orientalis
Inggris Reynold A Nicholson. “Ia bukan nabi, tetapi ia
mampu menulis kitab suci,” seru Jami, penyair Persia
Klasik, tentang karya Rumi,Matsnawi.

Gandhi pernah mengutip kata-katanya. Rembrandt
mengabadikannya dikanvas, Muhammad Iqbal, filsuf dan
penyair Pakistan, sekali waktu pernah berdendang,
“Maulana mengubah tanah menjadi madu…. Aku mabuk
oleh anggurnya; aku hidup dari napasnya.” Bahkan, Paus
Yohanes XXIII, pada 1958 menuliskan pesan khusus:
“Atas nama dunia Katolik, saya menundukkan kepala
penuh hormat mengenang Rumi.”

Besar dalam kembara

Jalaluddin dilahirkan 30 September 1207 di Balkh, kini
wilayah Afganistan. Ia Putra Bahauddin Walad, ulama
dan mistikus termasyhur, yang diusir dari kota Balkh
tatkala ia berumur 12 tahun. Pengusiran itu buntut
perbedaan pendapat antara Sultan dan Walad.

Keluarga ini kemudian tinggal di Aleppo (Damaskus),
dan di situ kebeliaan Jalaluddin diisi oleh guru-guru
bahasa Arab yang tersohor. Tak lama di Damakus,
keluarga ini pindah ke Laranda, kota di Anatolia
Tengah, atas permintaan Sultan Seljuk Alauddin
Kaykobad.

Konon, Kaykobad membujuk dalam sebuah surat kepada
Walad, “Kendati saya tak pernah menundukkan kepala
kepada seorang pun, saya siap menjadi pelayan dan
pengikut setia Anda.” Di kota ini ibu Jalaluddin,
Mu’min Khatum, meninggal dunia. Tak lama kemudian,
dalam usia 18 tahun, Jalaluddin menikah. 1226, putra
pertama Jalaluddin, Sultan Walad, lahir. Setahun
kemudian, keluarga ini pindah ke Konya, 100 Km dari
Laranda. Di sini, Bahauddin Walad mengajar di
madrasah. 1229, anak kedua Jalaluddin, Alauddin,
lahir. Dua tahun kemudian, dalam usia 82 tahun,
Bahaudin Walad meninggal dunia.

Era baru pun dialami Jalaluddin. Dia menggantikan
Walad, dan mengajarkan ilmu-ilmu ketuhanan
tradisional, tanpa menyentuh mistik. Setahun setelah
kematian ayahnya, suatu pagi, madrasahnya kedatangan
tamu, Burhannuddin Muhaqiq, yang ternyata murid
terkasih Walad. Dan ketika menyadari sang guru telah
tiada, Muhaqiq mewariskan ilmunya pada Jalaluddin.
Burhanuddin pun menggembleng muridnya dengan
latihan tasawuf yang telah dimatangkan selama 4 abad
terakhir oleh para sufi, dan beberapa kali meminta dia
ke Damakus untuk menambah lmu. 8 tahun menggembleng,
1240, Burhanuddin kembali ke Kayseri. Jalaluddin Rumi
pun menggembleng diri sendiri.

Cinta adalah menari

Tahun 1244, saat berusia 37 tahun, Jalaluddin sudah
berada di atas semua ulama di Konya. Ilmu yang dia
timba dari kitab-kitab Persia, Arab, Turki, Yunani dan
Ibrani, membuat dia nyaris ensiklopedis. Gelar Maulana
Rumi (Guru bangsa Rum) pun dia raih. Tapi, di sebuah
senja Oktober, sehabis pulang dari madrasah,
seseorang yang tak dia kenal, menjegat langkahnya, dan
menanyakan satu hal. Mendengar pertanyaan itu, Rumi
langsung pingsan!

Sebuah riwayat mengatakan, orang tak dikenal itu
bertanya, “Siapa yang lebih agung, Muhammad Rasulullah
yang berdoa, ‘Kami tak mengenal-Mu seperti seharusnya’
atau seorang sufi Persia, Bayazid Bisthami yang
berkata, ‘Subhani, mahasuci diriku, betapa agungnya
kekuasaanku’. Pertanyaan mistikus Syamsuddin Tabriz
itu mengubah hidup Rumi. Dia kemudian tak lagi
terpisahkan dari Syams. Dan di bawah pengaruh Syams,
ia menjalani periode mistik yang nyala, penuh gairah,
tanpa batas, dan kini, mulai menyukai musik. Mereka
menghabiskan hari bersama-sama, dan menurut riwayat,
selama berbulan-bulan mereka dapat bertahan hidup
tanpa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, khusuk
menuju Cinta Ilahiah.

Tapi hal ini tak lama. Kecemburuan warga Konya,
membuat Syams pergi. Dan saat Syams kembali, warga
membunuhnya. Rumi kehilangan, kehilangan terbesar yang
dia gambarkan seperti kehidupan kehilangan mentari.

Tapi, suatu pagi, seorang pandai besi membuat
Jalaluddin menari. Pukulan penempa besi itu,
Shalahuddin, membuat dia ekstase, dan tanpa sadar
mengucapkan puisi-puisi mistis, yang berisi ketakjuban pada pengalaman syatahat. Rumi pun kemudian bersabahat
dengan Shalahuddin, yang kemudian menggantikan posisi
Syams. Dan era menari pun dimulai Rumi, menari sambil
memadahkan syair-syair cinta Ilahi. “Tarian para
darwis itulah yang kemudian menjadi semacam bentuk
ratapan Rumi atas kehilangan Syams,” jelas Talat.

Sampai meninggalnya, 17 Desember 1273, Rumi tak pernah
berhenti menari, kerana dia tak pernah berhenti
mencintai Allah. Tarian itu juga yang membuat
peringkatnya dalam inisiasi sufi berubah dari yang
mencintai jadi yang dicintai. (Aulia A Muhammad)

~  SUARA MERDEKA

Dipetik dari http://groups.yahoo.com/group/gedongpuisi

Untuk biografi yang lebih lanjut, sila klik http://ms.wikipedia.org/wiki/Jalal_al-Din_Muhammad_Rumi

About these ads

178 Responses to Biografi Jalaludin Rumi

  1. bajil berkata:

    tulisan yang sangat bagus, senang saya membacanya.

    • Abu Fauzan berkata:

      Rumi “MENGAKU” mencintai Allah dengan TARIANnya.

      Padahal pada hakekatnya Rumi TIDAK MENCINTAI ALLOH SWT.

      WHY….?????????

      Sebab Al-Qur-an menjelaskan:

      Bukti cinta kepada Allah s.w.t.

      31. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Muhammad SAW)
      , niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

      Rumi mengaku mencintai Alloh SWT tapi tidak mengikuti cara Muhammad SAW mencintai Alloh SWT.

      Muhammad SAW tidak mencintai Alloh SWT dengan MENARI di jalanan dan sholawatan!

      CINTA Rumi TIDAK TERBUKTI….

      • Abu Fauzan berkata:

        ini surat Al-Imran ayat 31,

        menjelaskan bagi kita bahwa WAJIB mengikuti CARA yg ditempuh Muhammad SAW dalam mencintai Alloh SWT dan dalam BERIBADAH padaNYA.

        Singkatnya WAJIB MENGIKUTI SUNNAH BELIAU SAW, dan HARAM BERBUAT BID”AH.

        Sesungguhnya manusia itu akan bersama-sama (di akherat) dengan yg dia cintai.

        Rumi dan Nabi SAW berbeda ajarannya.

        PILIH! karena pilihan anda akan menentukan tempat anda kelak di hari pembalasan.

        Siapa yg mencintai Rumi dan Ajarannya, maka dia secara tidak sadar telah menghina dan membenci Muhammad SAW dan ajarannya. Sebab ajaran keduanya BERTOLAK BELAKANG.

      • farand berkata:

        perhatikan dalam setiap kata yang diberi kurung pada setiasp ayat Al-Quran. anda semua pasti bisa membaca tulisan arab kan? jangan hanya bisa membacanya saja usahakanlah anda tahu terjemahannya dalam bahasa anda, apakah ada kata yang dalam kurung itu pada kitab Al-Quran yang berbahasa arab? perlu anda ketahui yang terdapat dalam kurung itu hanya tafsiran dari manusia saja. sedsangkan penurun firman tersebut hanyalah allah, akankah mereka mau bertanggung jawab akan tafsiran mereka?

      • Yayan riandi muis berkata:

        ini bukan soal aqidah,melainkan bntuk lain cinta kita pada sang Khalik dan rasul nya.

      • Asril berkata:

        Masih ingat ketika perang di Shiffin antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyyah bin Abu Sufyan (keduanya adalah Sahabat-sahabat Rasulullah SAW), jangan sampai terulang lagi untuk saat ini bahkan sampai hari akhir nanti.

        Ambillah jawaban bijak salah satu dari 4 khulafaur rasyidin yang sangat terkenal (Ali bin Abi Thalib)atas pertanyaan seorang pengikutnya yang kebingungan yang tak tahu bagaimana harus menyebut orang-orang Islam dari Muawiyyah bin Abu Sufyan,apakah harus memanggil Kafir,murtad,munafiq atau apalah (semua yang tidak baik).

        “Mereka adalah orang Islam juga, mereka shalat, zikir, berdo’a kepada Allah seperti Ali dan para pengikutnya, MEREKA ADALAH SAUDARA-SAUDARA KITA YANG BERBEDA FAHAM DENGAN KITA” Ujar tokoh yang terkenal dengan kefasihan bicaranya dan ketinggian ilmunya.

        Adakah anda lebih baik dari Khulafaur Rasydin ini?
        atau anda sangat fasih bicaranya?
        atau bahkan anda mungkin sangat tinggi ilmunya?, sehingga anda menjadi anak bimbing dari Goebbels atau Hitler yang pintar sekali buat Propaganda.

        Astagrfirullah

        “Kebenaran hanya milik Allah, yang salah pasti punya saya”(itulah sebaik-baiknya kata yang harus ada pada diri muslim sejati)

      • ameerouddine berkata:

        cara pnunjukan cinta trhadap tuhan tidaklah sama antara satu dg yg lainnya, rumi mengakui cnta tuhan dg tariannya bukan brrti dia tdk mngikuti syari’at Nabi Muhammad SAW….., mlainkan itulah cara rumi dlm mngapresiasikan bukti cntanya kpd sang pnguasa alam smsta…….

    • M. Taufiq Mahsuli berkata:

      Apakah ada sebuah penjelasan yg dapat dipertanggungjawabkan bahwa Jalaluddin rumi mengganti sholat dg sebuah tarian?

      • Adi berkata:

        Coba di baca lagi, ada tulisan

        “Rumi bersama teman darwisnya selepas solat
        Isa sering melakukan tarian sama dijalan-jalan kota
        Konya.”

        jadi Rumi tetap menjalankan sholat.

  2. DANI ARI PRIYANTO berkata:

    > Ketika sahabat datang maka tersenyumlah

    > Ketika sahabat pulang maka melambailah

    > Ketika sahabat menatap maka tataplah dengan kehangatan tatapan tanpa atap

    >

    > Lalu haruskah aku menolak jabatan tangan yang halus itu

    > Atau justru lembut tangan itu yang tak dapat kuraih karena tersembunyikan

    > Aku orang biasa dan bahkan terlalu biasa

    > Aku adalah sosok rapuh yang butuh nasihat sahabat

    > Aku adalah penyair tanpa hingar bingar sorak sorai

    >

    > Andai saja kau mau jadi sahabatku

    >

    > _./’._.**..**..**..**.

    > *. .* *THanKs for being my fRieNds

    > /.*. ..**.,.**.,.**.,.**.

    > Be tHe BeSt iN yOuR liFe:)

    > ……… , . – . – , _ , …….

    > ……… ) ` – . . ‘ `( …….

    > …….. / . . . .` . . ……..

    > …….. |. . . . . |. . .| ……..

    > ……… . . . ./ . ./ ………

    > ……….. `=( /.=` ………

    > …………. `-;`.-‘ …………

    > …………… `)| … , ……..

    > ……………. || _.-‘| ……..

    > …………. ,_|| _,/ ……..

    • Abu Fauzan berkata:

      Muhammad SAW adalah hamba yg PALING CINTA pada Alloh SWT,

      tapi beliau SAW TIDAK PERNAH MABUK KEPAYANG dengan musik, gendang, biola, seruling, dan menari2 di jalanan seperti orang gila/kesurupan.

      Rumi DID IT (Rumi yg melakukannya) bukan Muhammad SAW kekasih kita.

      Sudah sangat jelas mana yg BENAR dan mana yg SESAT…

      • TOTOK berkata:

        wah teman kita ini segalanya dilihat pembeda sebagai guru ya gak pa2 karena memang dalam memahami apapun itu bertahap. Kalau muhammad contoh kita dan anda gemar meniru seluruh perilaku nabi apakah yang anda punya dibumi ini. Nabi tak punya apa2 kecuali hanya baju dan sajadah dan juga nabi beristri lebih dari satu. Lalu istri anda berapa. Nabi naik unta, anda naik apa?

      • jayus gibran berkata:

        setiap org mempunyai caranya masing2 untuk menyampaikan rasa cintanya, harusnya anda tak gerkata kl beliau itu sesat….
        krn kita ini intinya adalah menuju tempt yg sama.. jalan kebenaran..menuju jalan Allah swt, tapi jalan yang kita yang kita lalui berbda2,wlw pun intinya sama, ada jalan yang cpt sampai, ada yang sampai ke tmpt tujuannya lebih lama, jalan dan rintangannya pun beda, jd mohon jangn di permasalhkan…. siapa tau beliau itu di mata allah lebih mulia d banding kan kita,
        krn apa yg kau yakini sebagi sbuah kebnaran belum tntu kebnarn bagi yang lainnya..

      • nita berkata:

        wali songo menyebarkan islam di tanah jawa juga dengan musik dan tarian juga?berarti sesat dong????hehehehehe hati2 kawan,,,bisa2 anda yg tersesat nantinya :D cheeers

      • mustofa berkata:

        yang jelas… rumi tidak sekonyong-konyong jadi guru, melalui proses mengaji, beribadah dengan tekun, dan mempunyai pengaruh besar dalam kesufian, coba berapa ribu orang yang tergugah dan semakiin mantap keyakinan terhadap tuhan dengan wasilah Rumi, kuatlitas seseorang ada baik ny di lihat dari kontribusi ny dulu, karena urusan pribadi rumi, itu urusan dia dengan tuhan nya,
        maaf saja menurut saya sungguh terlalu yang mengatakan rumi sesat, seberapa besar pengalaman spritual anda, dan seberapa banyak orang dapat hidayah wasilah anda, sungguh sama dengan membandingkan antara langit dan bumi, antara kita dan rumi…..
        allohuma igfir dunubahu, wa infa’ ulumahu.. amin…

      • Aulia Marta berkata:

        dear Nita

        itu lah salah nya Wali songo , ( tidak semua Wali songo, ” Sunan Kali Jaga ) berkat caranya mengajar kan Islam d tanah jawa dengan memisah kan dinullah dan dinunnas, maka terkadi lah percampuran budaya degan agama, yang dampak nya adalah lahir nya aliran baru yang mengaku islam tp mereka juga percaya pada hal lain yang di sebut ” Kejawen ” coba banding kan ini dengan yang di lakukan kaum ulama di Sumatera Barat , ketika terjadi perang padri yang di landasi pertentangan Kaum Ulama dan Kaum Adat yang menggap budaya itu sah di lakukan walau bertentangan dengan Agama namun Kaum Ulama menggapa yang salah menurut Al Qur’an dan Sunnah maka tetap lah salah , kemudian apa yang terjadi ? saat ini sepengetahuan saya disana di kenal falsafah hidup yang berbunyi Adat bersandi Syara’ Syara’ bersandi kitabullah , ( Al Qur’an )
        lalu menyikapi Rumi saya pikir lebih baik tidak mengikuti nya jika ada keraguan terhadap nya karna notabene memang nabi tidak mengajar kan cara ber ibadah seperti yang di ajar kan rumi , ketakutan nya adalah ketika kita ikuti itu dan ternyata golongan rumi adalah salah 1 dari golongan yang akan di kirm ke neraka maka kita adalah salah 1 dari mereka .

      • wahyu berkata:

        for abu fauzan, di era modernisasi akal dan iman kita kpd sang kholiq,sudh di butakn olh duniawi, sholat qta sudh tdk murni krna ALLOH, knp qt hrs usil dg karya dan ketasawufan seorng sufi, yg sdh di akui olh dunia dan mnjadi panutan para tasawuf.. man arofa nafsahu faqod arofa robbah. ngaca pada diri sndiri deh..!

      • Orbia berkata:

        Hebat banget ya ente, memvonis Seorang Jalaluddin Rumi Orang gila, Muka ente tuh bid’ah muka ente jg gak ada dijaman nabi, mengubah rakaat shalat fardu baru tuh bid’ah. Rumi adalah Seorang Muslim yg telah mengenal jatidirinya, diri sejati yg merupakan Shibgoh nya Allah, hatinya telah dibukakan oleh Allah SWT beliau telah menjadi Islam Yg Rahmatan Lil alaamin, Seorang Sufi itu memang nyeleneh mereka sdh tdk peduli dgn bentuk penilaian manusia. Bahkan beliau berkata ”Aku adalah debu jejak Muhammad Manusia Pilihan”

      • varrick berkata:

        jangan berprasangka buruk kawan…. pada dasarnya kita semua hamba Allah. tidak pantaslah kita berburuk sangka pada sesama.hanya Allah lah yang berhak atas hidup kita semua.

  3. DANI ARI PRIYANTO berkata:

    Fitrah insani inginkan bahagia

    > Ingin dikasihi dan mengasihi

    > Ingin disayangi dan menyayangi

    > Ingin dicintai dan menyintai

    > Hingga kadangnya terlupa..

    > Betapa menyintai dan ingin dicintai manusia

    > Bukanlah kemuncak cinta

    > Malah bukanlah hakikat bahagia!

    >

    > Yang sebenarnya..

    > Bahagia itu ma’nawi

    > Jua bersifat rohaniah

    > Lantaran kebahagiaan haqiqi seorang mu’min

    > Adalah dengan mencintai Tuhannya.

    >

    > Kerana..

    > Cinta kepada Allah..

    > Adalah cinta yang

  4. Koko berkata:

    Ass. wr. wb.
    Saya selalu pengagum Rumi, ‘n ketika browsing tentang Rumi trus mampir kesini. saya suka artikelnya tentang biografi rumi ‘n kalo boleh saya posting di blog saya http://www.mistikus-sufi.blogspot.com

  5. els berkata:

    alhamdulillah…kutemukan artikel rumi disini dan aku akan selalu kembali kesini dan ke tulisan rumi yang lain
    aku pengagum rumi berat….sulit kudapatkan buku2 rumi ditoko buku..koleksiku cuma 2 buku…sekarang kutemukan gairah cinta rumi menembus ruh dan jiwaku…
    suwun…trims…thanks….telah membumikan roh rumi….amal jariyah abadi…

  6. Taufiq berkata:

    Rumi adalah guru dari para guru sufi, yang keagunganya semua agama menghormatinya.

  7. Ahmad Rodhi berkata:

    Abadi Tanpa Meraba

    Alhamdulillah,
    mata buta dapat penerang
    tangan buta dapat petunjuk
    kaki buta dapat tuntunan
    hati buta dapat pencerahan

    Jalaludin Rumi tak kukenal
    tak kulihat
    tak kurasakan
    tak kudengar
    tiba -tiba didepanku
    menatapku
    berbinar-binar
    di Lailatul qodar

    Lihat!
    pohon-pohon menunduk
    burung-burung menunduk
    binatang jalang menunduk
    angin menunduk
    langit dan bintang rembulan menunduk
    bumi menunduk
    menunduk
    tunduk
    ketika rumi menyebelahi
    memandang tajam
    didepanku
    tak kupercaya
    tapi nyata
    mereka semua tunduk oleh keabadian
    Rumi
    kini didepanku
    menerangi menunjuki, menuntun, mencerahkan
    kebutaanku
    Alhamdulillah.

    Pekanbaru, 3 Oktober 2007
    Untuk 300 tahun Jalaludin Rumi
    dalam Tadarus Puisi

    • liya berkata:

      benarkah yG engkau rasakan itu…

      tubuh ku merinding membaca kata-kata mu,
      yG merasuk jiwa….

      betapa bahagia kau bisa bertemu dengan beliau,,

      mungkin kau salah satu orang terpilih yg dicintainya…

    • liya berkata:

      benarkah yG engkau rasakan itu…

      tubuh ku merinding membaca kata-kata mu,
      yG merasuk jiwa….

      betapa bahagia kau bisa bertemu dengan beliau,,

      mungkin kau salah satu orang terpilih yg dicintainya…

  8. Ahmad Rodhi berkata:

    Maaf, bukan 300 tahun tapi 800 tahun Jalaludin Ar Rumi

  9. raheeno berkata:

    jalaludin Rumi…make me speechless…

  10. Taqi berkata:

    Bila Rumi Menari

    nyanyian bukan sebarang nyanyian
    tarian bukan sebarang tarian
    langit dan bumi turut menari
    tika mendengar puisinya
    gerakannya menyimpan makna
    tangan kanan di depa
    diangkat menuju langit yang maha suci
    tangan kiri direndahkan
    ditelungkup ibarat dunia yang fana ini
    bukanlah dirinya yang berputar
    Malah alam ini menari mengikut jejaknya
    penuh rindu dan dendam cinta pada Ilahi
    Ah..jika alam pandai berkata
    maka akan terbongkar segala rahasia

    1

  11. Taqi berkata:

    Wahai Rumi
    menari dan teruslah menari
    dalam asyik cinta Ilahi
    walau jasadmu bersemadi

    Wahai Rumi
    menari dan teruslah menari
    hiburkan hati-hati kami
    basahkan ‘bumi’ yang kering ini
    Ungkapkan syair cinta suci
    Getarkan segenap urat dan nadi
    Biar alam turut menari
    Biar segalanya menjadi saksi
    Kumandangkan hakikat cinta agung ini.
    Wahai Rumi
    menarilah..teruslah menari!

  12. eNeN berkata:

    saat mentari pamit
    kadang semuanyapun hilang
    entah…
    satu…dua…sembilanbelas…nol…atau min sekalipun.
    katakan Tuhan, mengapa kau sinergikan alam.
    Yah, tentu jawabannya sama.
    Tak pernah kubayangkan tentang Rumi
    yang melantunkan ayat-ayat cintanya.
    tak pernah kulalui Gibran yang sayapnya patah.
    Sekali kutahu Chairil Anwar yang memegang rokok
    dan mistis onggowarsito yang kadang menemani malam.
    Gibran kepakkan sayapnya,
    Rumi memutar tariannya,
    ayat-ayat cinta berkesan dalam.
    tapi itu dulu…
    sekarang?
    Hampa, sirna, hanya tinggal selembar kertas dalam sehelai buku.
    Kemana rasamu manusia…
    kemana cintamu manusia…
    sedang Tuhan yang berhak angkuhpun penuh dengan Cinta.
    Rumi, kapan kau hadir kembali?
    tapi bukan lewat orang yang sok tahu akan dirimu.

  13. hujanbiru berkata:

    Ya Allah gerakklah mataku
    biarkan aku menari karenaMu
    biarkan mulutku berdesis karena
    biarkan…biarkan
    hanya Kau tujuanku
    hanya kau harapanku
    biarkan oh biarkan
    jangan hentikan npaslaku keculai kau yang menginginkannya
    jangan hentikan dendang jantungku keculai kau yang mengingiknanya
    jangan palingkan mukaku dari Mu

  14. Her Budiarto berkata:

    Terima kasih, dengan datang ke blog ini saya jadi tambah mengenal Maulana Jalaludin Rumi yang sangat diterima semua manusia.
    Mohon ijinnya untuk saya postingkan dibeberapa milis.
    salam
    Her B

  15. deezara berkata:

    Jalaludin Rumi,mengagumkan

  16. bieba berkata:

    Excited…finally i’m find this blog.aku jadi lebih tahu tentang sosok Maulana Jalaludin Rumi yang sudah lama kucari.Ia mengajari untuk lebih mencintai TUHAN dengan seni keindahan dan belajar untuk selalu MENCINTAI bukan untuk dicintai.

  17. Ali&dian berkata:

    cinta begitu indah dengan di iringi kasih sayang yang ikhlas penuh kasih…
    memberikan kedamaian kepada jiwa yang akan abadi selalu…
    cinta selalu memberiku semangat yang tidak pernah padam untuk mencintai seorang kekasih yang berada disebelah kananku….
    memberi semangat yang tak pernah lelah..
    memberi kehangatan dalam jiwa..
    dian i love u….
    i love u so much…
    ali i love u too…
    cinta akan abadi dihati kami berdua, dengan penuh kasih dan sayang yang tiada akhir sampai maut memisahkan.amien….

  18. zero berkata:

    pls come to :

    http://www.haqqanirabbani.asia

    “You dont Find Him, He finds you, O the Nearest!”

    nice site!

  19. indra berkata:

    pada dasarnya hanya ada 1 cinta hakiki yang bersemayam di hati

  20. Riza Yuliasti berkata:

    Sugoiiiii!!!Luar biasa!!!Subhanallah….
    Aku berfiir akan adakah Rumi-Rumi lain pada zaman seperti ini???
    Aku tak mengerti bagaimana ia dapat begitu bahagia..
    ia bisa mengenal Sang Pemcipta,bahkan tidak hanya mengenal namun memahami….
    Wahaiii Rumi-Rumi ajarkan aku mencintai Tuhanku
    Sungguh aku merindukannya
    Aku ingin bertemu dengannya
    Aku ingin memeluknya
    Duhai Rumi… Aku ingin menari bersamamu…

    • Me berkata:

      Aku berharap semoga tidak ada Rumi-Rumi lain pada zaman sekarang dan yang akan datang karena hanya akan menyesatkan dan menjauhkan kita dari Allah dan Rasul-Nya.
      Amiin……

  21. Riza Yuliasti berkata:

    Aku ingin menari bersama Tuhanku
    Namun aku tak tahu
    Bagaimana caranya

  22. lisno berkata:

    bagus banget…sangat lengkap….sangat berguna bagi sejarah perkembangan islam

  23. nafa berkata:

    syair-syair Rumi begitu mengagumkan…aq merasa hidupq lebih tenang, damai, dan menjalani hidup dengan hati terbuka….semoga ini akan terus berlanjut……

  24. syams berkata:

    pada halnya jiwa hanya satu sedangkan jasad yang benyak dimana ia bersemanyam.
    aku tak tahu apakah jiku yang bersinar atau hanya jasad ku yang bersinar.
    kala melihatmu aku jatuh cinta denganmu dan saat itu pula aku mendengar kata kata dari jiwamu, kita berbicara dari kening ke kening dan mendengar dari mata kita.

  25. ade_cute berkata:

    aku hanya seorang pengembara yang tersesat
    mencari jalan untuk pulang
    dimanakah jalan itu?
    atau aku terlalu buta untuk melihat
    telah aku titipkan hatiku padanya
    dan aku tak tau dia dimana
    karena karena tak ada yang memberi tahuku
    adakah yang tau dia diman?
    bisakah kau membimbingku pulang?
    kesepian ini begitu menyakitkan…

  26. arya berkata:

    Rumi IS The Best………………

  27. rifqy berkata:

    dia ada dalam cintaNya
    Dia-pun ada juga dalam cintanya
    keduanya, kekasih sejati sesungguhnya

  28. deddy cantona berkata:

    Atas nama Cinta……. Syin bersujud…..
    Nun menerangi dan bertasbih ………..
    Khaf Ha Ya ‘Ain Shod bergerak melingkari …
    ….dan bertasbih dengan ucap dan perbuatan…

    Langit bermakna apabila terlihat matahari dan berawan pada siang
    yang menyelimuti…
    Langit bermakna apabila terlihat bintang dan bulan pada malam
    yang menyelimuti

    Wahai hamparan laut yang tak terbatas….
    Tersenyumlah pada langit yang biru dan teduh…
    Tersenyumlahlah pada matahari yang mengangkatmu menjadi awan
    Yang beriring
    Tersenyumlah terhadap nelayan yang mencari kehidupan di tetepian lautmu

    Wahai jiwa yang kedalamannya tak tertandingi…..
    …sudahkah engkau tersenyum pada unsur bumi dan langit dalam dirimu …
    …sudahkah engkau bersahabat dengan unsur air dan api dalam dadamu….

    Diufuk barat tertanda kemerahan terbenamnya matahari membuat cahayanya lebih indah
    …..bila bersanding denganmu…
    …..yang membuat ikan ikan dan mahluk bathinmu akan ikut bersujud….

    …..apabila Syahadat dan tonggak Alif selalu menyelimuti bathin jiwamu…..

    … ya Muqolibal Qolbu wa tsabbit Qulubana ala dinika …
    ….ketika hati dan jiwa berubah ubah tak tentu arah….
    ….hanya diri sejati yang akan menemukan makna dalam bermujahadah dan bermusyahadah…

    ….temukan cinta kesejatian dan kerinduan jiwa kepada Dzat Al Haqq

    Surabaya, 8/12/2007
    Elang langit

  29. candu syair berkata:

    rumi adalah penyair yang dasyat setiap syair_syair cintanya hanya di tujukan pada allah azza wa jalla.setiap syair cintanya,keilasannya,ketulusanya dalanm bertibadah haya ditujukan pada allah semata.rumi memang seorang penyair yang sangat dasyat.

  30. shalimow berkata:

    salam kenal

    wah saya sangat surprise dengan blohg anda ini
    lain kali aku post beberapa karya saya

    saya undang untuk kunjungu dan kmen di blog saya ya

    tks

  31. hasankhir berkata:

    sahutlah panggilan kami ya fakir
    kami rindukan matsnawimu bersama tari zikr
    gambus dan serunai bangunkan gema takbir
    dalam..dalam…dalam semampu kubongkar

  32. ummu kalsum marasabessy berkata:

    Dalam langkahku mencari Tuhan.ketemukan syair-syair Rumi nan syahdu.Dalam gerak semesta ku pahami bahwa kini cinta memanggil.Terbang jauh menembus batas wilayah dan budaya

    Ada setitik cinta makhluk di Turki yang selalu memanggil.Seni seviyorum canim.kunyatakan padanya sekali lagi.Mari bersatu dalam gerak ritme Rabbani .Dalam pernikahan semesta raya.Kudendangkan syair Rumi .syahdu…………..mistik……….

    Mari menari dalam tarian indah jagat raya….lupakan kotoran-kotoran di hati .Mari terbangkan jiwa menuju langit melalui pesawat cinta yang hakiki.siir icin benim canim

  33. agus prihartono berkata:

    rumi adalah profesoor ajaran universal, ia yang menginspirasikan manusia untuk tidak tersekat oleh doktrin-doktin yang mengekang gerak manusia. yang mengajarkan bagaimana kita harus bersikap dalam kemajemukan insan di dunia. seandanya para pemimpin dunia seperti rumi maka tak kan ada darah yang tumpah dan nyawa yang terbang tanpa badan.

  34. m.dede berkata:

    dan tentang Putri angkatnya Kimya juga banyak memberikan Inspirasi, sudah ada yg membcanya Rekans

  35. n. mareta berkata:

    betapa yang aku tak biasa menemui Rumi Rumi Lain di setapakku yang menuju Rumi.

    bagi sesiapa pecinta Rumi, adalah ia sang Pecinta yang mencintaiNYA seperti Rumi menelan hangat kecintaan pula padaNYA.

    betapa yang aku mencintai sesiapa pula pecinta Rumi…

  36. kimeng berkata:

    Setelah aku baca salah satu kutipan dari buku mu.
    Aku tak tahu apa aku bisa seperti dirimu, yang aku bisa sekarang hanyalah diam, diam dan diam terpaku.
    Dan yang aku tahu ketika aku membukakan lembaran selanjutnya
    aku terlupa dengan lembaran yang sebelumnya

  37. rumy musthafa lutfy berkata:

    yess….

    i love rumi

  38. ajie berkata:

    Rumi sedang duduk di bawah pohon Ara nan rimbun di pelataran Surga. matanya menerawang mencari gugusan ide untuk sajak-sajaknya terbaru.. Beliau terus menerus bergumam, “Tema apa ya…, yang paling pas untuk sebuah puisi yang akan dibacakan secara syahdu ditengah indahnya surga ini?”
    Lalu datang Anthony de Mello mendekati pohon Ara tersebut. Lalu menyusul dibelakangnya, tampaklah Sidartha dan Lao Tze ikut mendekat pula. Kumpulan orang-orang yang sedang asyik ngobrol di bawah pohon Ara itu makin ramai ketika Gibran, Mangunwijaya, Gandhi, dan Plato ikut bergabung. Mereka terlibat dalam sebuah pembicaraan yang cukup heboh tentang “Tema apa yang paling pas untuk sebuah puisi yang akan dibacakan secara syahdu ditengah indahnya surga ini?” Pembicaran terus berlanjut, dan Siti Jenar cuma menguping di kejauhan dan sesekali tertawa ketika muncul komentar2 lucu dari peserta diskusi tersebut…

    Setelah tidak begitu lama ber-rembug, mereka sepakat bahwa tema yang paling indah yang dapat mengilmahi manusia dalam hidup dan berkarya adalah CINTA. Cinta merupakan tema puisi terindah di jiwa setiap manusia yang akan abadi menggema di bumi hingga di surga. Cinta yang begitu murni tanpa hitung-hitungan imbalan…
    Cinta Kepada Sang halik lebih dari segala sesuatu dan cinta kepada sesama seperti kita mencintai diri sendiri….

  39. kata sangat mudah diucapkan sikap sangat sulit dilakukan…kadang egoisme merasuki pikiran dan sikap, hati menjadi gelap…terlena dengan sesuatu yang terlihat indah tapi fana

  40. sugesty berkata:

    kaulah seni tertinggi yang pernah kumengerti
    kulihat dengan batas sadarku
    diantara segala yang ku tau dan tak kumengerti

    engkalah puncak dari segala syair
    imajinasi segala pemusik
    inspirasi segala seniman

  41. sugesty berkata:

    karyamu membuatku tersadar betapa ringanya pengatahuanku tentang syair..
    bagai kapas jika dibandinkan dengan syairmu yang maha dahsat..
    maafkan aku tuan rumi jika aku salah dalam menafsirkan syairmu, aku terlalu dangkal..

    “aku ingin menguraikan cinta
    tapi ketika kudatangi dia
    segala yang ingin kukatakan musnah
    lidahku kaku hatiku beku

    untuk menguraikan cinta
    kata-kataku pecah berkeping-keping
    otak tak berdaya
    seperti keledai yang jatuh di lumpur

    cinta tak dapat dijelaskan
    karena cinta sendirilah yang akan menjelaskan apa itu cinta
    seperti matahari yang hanya matahari yang akan menjelaskan tentang dirinya

  42. irc berkata:

    kau cermin dari penyair yang tinggi
    kau kiblat dari segala seni

    uraianmu tentang cinta
    tak pernah mati dari 800 tahun lalu sampai sekarang

  43. baije berkata:

    boz klo buku gratis nya dmn sih(jalaludin rumi)

  44. abinabil berkata:

    ada yg pinya kumpulan puisi-puisi cinta jalaludin rumi?soalnya bukunya nyari2 blm dpt

  45. hafidz berkata:

    hanya satu kata : Dasyat

  46. joe berkata:

    hanya diri yang mampu memahami kita …..bukan ibu bukan bapak bukan pula orang yang kita cintai jadi liatlah dirimu dulu sebelum kamu mencitai orang lain dan memeberikan nasihat bagi orang lain

  47. iman berkata:

    makhluk yang menyinari wajah dunia,dia memberi pesona sinar keabadian,yang takkan pernah mati dan redup walau angin berhembus…….

  48. rudyhadisuwarno berkata:

    ku harap ini semua bukan omongan belaka dalam dunia maya, namun aku kagum akan kreasi anda semua.trim

    Maha Suci Diri Yang Sifat kemanusiaan-Nya
    Membukakan rahasia cahaya ketuhanan-Nya yang gemilang
    Kemudian kelihatan bagi makhluk-Nya dengan nyata
    Dalam bentuk manusia yang makan dan minum
    Duhai Kekasih hatiku, hanya engkaulah yang kucintai
    kasihanilah kini pendosa yang hadir kehadiratmu.
    Duhai harapanku, kebahagianku dan kesenanganku
    sungguh, enggan sudah hati ini untuk mencintai selain dirimu.
    Kucintai Engkau dengan dua cinta,
    Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu,
    Cinta karena diriku Membuat aku lupa
    yang lain dan senantiasa menyebut nama-Mu,
    Jiwa-Mu disatukan dengan jiwaku
    sebagaimana anggur disatukan dengan air suci
    Jika Engkau disentuh, aku disentuhnya pula
    Maka, ketika itu -dalam tiap hal- Engkau adalah aku
    Cinta kepada diri-Mu,
    Membuat aku melihat Engkau, karena Engkau bukakan hijab,
    Tiada puji bagiku untuk ini dan itu, Bagi-Mu-lah puji dan untuk itu semua.

  49. wong cilik berkata:

    bagus sich bagus, tp jangan berlebihan lah.
    cinta, tunduk, menari N bla2 bla2 smua keromatisan, ap ngak eporia tuch.
    at jangan2 kt pd memaksakan imajinasi kt kp seseoerang agar kt bs membentuk tokoh yg slaras keinginan kt, bukan keinginaan kita yg melihat tokoh sbagaimana adanya. hee..

  50. wong cilik berkata:

    di pikirkan ya??
    hidup wong cilk.
    JAS MERAH = Jangan Lupakan Sejarah (Bung Karno sufi nyata bangsa kita)

  51. rien@ berkata:

    Rumi seorang yang kukagumi untuk syair2 cintanya kepada Dia Sang Khalik…
    Penyair dengan barisan kata tertuju hanya kepada Dia Sang Pencipta…
    Sesungguhnya tiada cinta&kasih abadi tiada lain hanyalah untuk Nya…

  52. alynie@neni berkata:

    sudah lama ku kenal nama ini “RUMI”
    sudah lama ku tau syair mu
    namun begitu sulit di negri ini mencari sejarah yg kekal di bumi,

    jalaludin rumi kekaguman ku pada syair mu melebihi pada tarian yg telah kau ciptaskan namun dengan adanya tarian mu melengkapi syair yang kau tuliskan…

    sebait kata yang kau tulis di buku2 mu sejuta makna yang kau berikan pada pembaca mu

    bye nie 2009

  53. Ummu Shohibam Musyarafaz Zaina berkata:

    Subhanallah…
    Alhamdulillah puji syukurku hny kpd Al Haq Azza Wa Jalla…
    Karna DIA lah aku tenang n bahagia menjalankan hidupMU…
    Terima kasih kepada seluruh makhlukNYA yg indah…
    Jiwa n hati ini akan terus MENCINTAIMU…
    Dan akan terus MENCINTAIMU…

  54. wahyu hidayat berkata:

    Aku berjalan diatas jalan yang biasa dijalani oleh orang-orang
    Jalanku adalah jalan lurus yang tiada berkelok,
    Semuanya menuju sumber cahaya
    Jalan ini juga yang biasa aku jumpai setiap harinya
    dan
    Ketika aku berkedip dan ternyata aku mempunyai sayap
    Lalu ketika aku menengok kebawah
    Oh…… tuhan, … ternyata …
    Aku adalah seekor burung,
    burung yang bermimpi menjadi manusia,-

  55. Santri berkata:

    Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan
    Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di
    Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para
    Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena
    para penganut thariqat ini melakukan tarian
    berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling,
    dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase.

    Nah semua saja !!!

    Pernahkah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita “ajaran” ini. TIDAK PERNAH bukan ????

    Lalu mengapa kalian terkagum-kagum pada hal yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW yang agung itu????

    Bukankah dengan demikain ajaran sufi ini adalah bukan ajaran Islam ??????

    • udin berkata:

      apa kamu tau siapa yang lebih sholeh? kamu atau jalaludin?

    • halim berkata:

      klo menerut saya ini bukan ajaran…ini hanya sebuah cara atau metode….yg berhak menentukan benar atau salah itu hanya Tuhan kita sebagai manusia jangan sampai berani mengambil hak Tuhan karena kita di mata Tuhan sama….
      kat imam al-ghazali:orang berilmu itu tidak akan pernah mati…terbukti karya-karya rumi tetap hidup tak lekang di makan waktu.

  56. Hamba Allah berkata:

    Berdzikirlah sesuai dengan dzikir yang diajarakan oleh Rasulullah SAW, bukan dengan cara berputar-putar yang jelas-jelas TIDAK PERNAH DIAJARKAN OLEH RASULULLAH SAW

    INGAT:

    AMALAN IBADAH YANG TIDAK MENGIKUTI SUNAH RASULULLAH SAW MAKA AMALAN IBADAH ITU DITOLAK OLEH ALLAH SWT
    (Kutipan hadits Riwayat Muslim)

    • ikhsandhi berkata:

      Nt memang benar tetapi sebelum nt menjustifikasi seseorang nt harus tahu itu bukan ibadah tapi cara pendekatan kpd Al-Haq saja seperti dzikr pd Allah dimana saja & kapan saja yg pntng tidak melanggar syariat & jgn bertaqlik dgn satu pendapat saja boleh jadi orang yang kalian olok2 itu lebih baik dari kalian

    • TOTOK berkata:

      yah gimana ya golongan kaya gini sih selalu aja nganggap muslim lain sebagai orang pesakitan sehingga menilai dirinya selalu benar sorry ya kaya faham para teroris, maaf. tapi yang jelas kalau umar bin khotob jalanin trawih berjamaah yang gak dilakukan nabi kita anda ngikuti enggak ya?

  57. Hamba Allah berkata:

    aku hanya seorang pengembara yang tersesat
    mencari jalan untuk pulang
    dimanakah jalan itu?
    atau aku terlalu buta untuk melihat
    telah aku titipkan hatiku padanya
    dan aku tak tau dia dimana
    karena karena tak ada yang memberi tahuku
    adakah yang tau dia diman?
    bisakah kau membimbingku pulang?
    kesepian ini begitu menyakitkan…

    MENGAPA ANDA TIDAK KEMBALI SAJA KEPADA KITABULLAH AL QUR’AN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW ??????

    MENGAPA HARUS MENCARI-CARI JALAN YANG LAIN YANG JUSTRU AKAN MENYESATKAN ANDA ???????????????

  58. Hamba Allah berkata:

    AJI BERKATA :

    Rumi sedang duduk di bawah pohon Ara nan rimbun di pelataran Surga. matanya menerawang mencari gugusan ide untuk sajak-sajaknya terbaru.. Beliau terus menerus bergumam, “Tema apa ya…, yang paling pas untuk sebuah puisi yang akan dibacakan secara syahdu ditengah indahnya surga ini?”
    Lalu datang Anthony de Mello mendekati pohon Ara tersebut. Lalu menyusul dibelakangnya, tampaklah Sidartha dan Lao Tze ikut mendekat pula. Kumpulan orang-orang yang sedang asyik ngobrol di bawah pohon Ara itu makin ramai ketika Gibran, Mangunwijaya, Gandhi, dan Plato ikut bergabung. Mereka terlibat dalam sebuah pembicaraan yang cukup heboh tentang “Tema apa yang paling pas untuk sebuah puisi yang akan dibacakan secara syahdu ditengah indahnya surga ini?” Pembicaran terus berlanjut, dan Siti Jenar cuma menguping di kejauhan dan sesekali tertawa ketika muncul komentar2 lucu dari peserta diskusi tersebut…

    KOMENTARKU:

    LUCU ………..,
    KOQ TAHU KALAU MEREKA ITU DI SURGA ?????

    JANGAN MEMBERIKAN SUATU INFORMASI YANG MENYESATKAN UMAT, DENGAN CARA BERANGAN-ANGAN SEPERTI ITU !!!

    PANUTAN YANG BENAR-BEANAR HANYALAH RASULULLAH SAW

    • lokarasa berkata:

      lucu baca komentar anda yang mengomentari Aji ^,^

    • jorgi jarkowie berkata:

      di Qur’an sendiri banyak bahasa perlambang yg tak bisa dimakan mentah
      seperti buah asam dimakan mentah ya kecut… tapi kalau dimasak dahulu dengan takaran yg pas dicampur dengan bahan2 lain akan menjadi makanan yg lezat

  59. bachtiar berkata:

    kayu tlah jadi arang/nasi tlah jadi bubur???????????????

  60. mpoed berkata:

    rahasia Tuhan…
    diterjemahkan dalam wujud manusia, Ia hilang namun tersa dan ada.
    seperti para darwis

  61. Dhamah Syifflah berkata:

    “Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
    Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih
    jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap
    orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih
    yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia
    begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
    Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang
    tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan
    mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika
    kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.”

    Hanya Dia Wali…

    lautan bergelora memukul pantai…
    mengesat pasir menyuruh pergi…
    mengajar sesuatu untuk kembali…
    agar muncul jiwa sufi…

    sebuah rahsia diberi kini…
    dia mempunyai cerita tersendiri…
    tiada sama malah sendiri berdiri…
    siapa dia adakah wali…

    jasad sama dari tanah diberi…
    panggilan manusia juga didegari…
    sama hidup sama berlari…
    mencari cahaya disebalik diri…
    bukan diri yang mati…
    tapi diri yang hidup hakiki…

    dia mencintai dia…
    aku mencintai dia…
    kau juga mencintai dia…
    sama-sama mencintai dia…
    siapa dia sehigga semua mencintai…
    sehingga sangup menempuh mati…
    hanya yang mati…
    dapat merasa erti hidup yang hakiki…

    hanya dia wali…
    penolongku untuk terus berlari…

  62. sheva berkata:

    Rumi adalah sebuah manifestasi Cahaya Nya pada salah satu abdi NYa di dunia ini bersama dalam madzhab cintanya kita akan terbuai dalam aroma anggur Sang Pemilik Kebunnya.

  63. dancer berkata:

    Dear all myFriends…
    Saat ini kami komunitas sama’ kota pekalongan yg dipimpin oleh habib Muh sedang menjalankan latihan rutin tiap malem jumat. Bagi rekan2 yg ada dipekalongan dan sekitarnya apabila ingin bergabung silakan,monggo,please. saat ini jammaah kami ada sekitar 40 orang. Thx for all

  64. Syahreifan Garibaldi berkata:

    Sbgai umat Muhammad, tk sepantasx kita “mendewakan” Rumi sprti i2!

    Jalaludin Rumi mmg hebat, syair2x sangat memukau, tp tk ada syair yg lbh indah, tk ada kata yg lbh sempurna slain yg brsumber dr Kitabullah wa sunnaturRasul!

    Jgn skali2 anda tergoda dgn ajaran sufi, i2 ajaran yg menyesatkan!!!
    Suri tauladan yg terbaik adlh Muhammad SAW, titik!

    ”siapakah yg lbh agung, Muhammad SAW yg berdo’a ‘kami tk mengenal-Mu sperti sharusx’
    Atw sufi persia
    Bayazid bisthami yg brkata ‘subhani, mahasuci diriku, betapa bsr kekuasanku’
    Hahahahahahahahahahahahahahahaha…
    seorg sufi abal2 yg blm tentu mencium bau surga mw dibandingkan dgn Manusia terbaik spanjang masa, Kekasih Allah yg sbnrx-bnrx, Sang Pemberi syafa’at d yaumil mahsyar?
    Siapa yg mengikuti ajaran rumi, brarti dia bukan umat Muhammad!
    Sekian, wassalam…

    • mel berkata:

      stuju..mmg harus cerdas mem-filter dari apa yg qt baca,
      smoga ketika membaca karya2 rumi, kita malah smakin
      MEMUJA ALLAH SWT…

    • Me berkata:

      Alhamdulillah, diantara posting2 sebanyak ini masih ada cahaya terang terpancar yang menyampaikan kebenaran yang hakiki. Tidak ada suri tauladan didalam Islam yg pantas diikuti selain Rosulullah, sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan para ulama yang berjuang menegakkan Kitabullah dan Assunah.
      Selain yang berpegang pada Al Qur’an dan Al Hadist maka mereka adalah sesat, apalagi sudah jelas bahwa sufi adalah jalan menuju kemurtadan tp sekarang malah dianggap jalan yang suci.

      Semoga Allah masih memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada pengikut2 sufi untuk bertaubat dan kembali kepada Islam yang benar sesuai Al Qur’an dan Assunah.

      Lihat ajaran sufi yang membagi-bagi tingkatan dari Syari’at, Ma’rifat dan lain2. Syari’at dikatakan tingkatan yang terendah, padahal Islam mengajarkan kita kepada Syari’at yang benar.

      Jazakumullah khoiron…..

    • jorgi jarkowie berkata:

      tak ada beda dengan membandingkan mobil mercy dengan roti tart

  65. anep berkata:

    To Syahreifan Garibaldi
    Banyak baca buku. Jangan sekedar baca buku-buku fiqh. Baca-baca…baca…..!!!!!

  66. arifin ahmad berkata:

    to:
    Syahreifan Garibaldi
    wong cilik
    hamba Allah

    kalo gak setuju lebih baik jangan ikut2an nimbrung aja mending buat aja tandingan blog ato yg laen yg setuju dg anda. kayaknya yg nulis2 di blog ini gak merugikan anda tho?…… kalo anda orang yg tidak punya dosa silahkan menghakimi….

    maaf atas perbedaan persepsi saya

  67. mario berkata:

    saya sedikit senang

  68. Fachry bin Sanir bin Datuk Rajo Alam berkata:

    Pengalaman Spritual seseorang memang tidak bisa diucapkan,…kadang pengalaman itu bisa mengunci mulut orang2 yang mengalaminya karena tidak cukup kata yang tersusun untuk menterjemahkan rasa itu,…bahkan kadang ketika itu diucapkan bisa menimbulkan salah faham,karena sulitnya menterjemahkan rasa spritual itu,…Jalaludin Ar-rumi hanyalah manusia biasa,…salah jika Jalaludin dibandingkan dengan Rasulullah,…suatu penempatan yang salah,…Jalaludin adalah Manusia biasa,…Dia adalah Manusia Pecinta Tuhannya,…dimana orang mengikuti caranya untuk mencintai Tuhan-nya,…Dan Jalaludin selalu Mengiringi shalawat kepada rasulullah pada saat beliau menarikan tarian SAMA,….Semoga Jalaludin terjaga dari Fitnah,..kirimkan Al-fatehah kepada Maulana Jalaludin,…Wss

  69. rumi adalah sosok yang sangat banyak di kagumi.oleh setiap insan di dunia ini…dan slalu melahirkan…rumi-rumi yang dirindukan…,
    dan susah banget mencari bukunya….dimedan

  70. ahmad farid berkata:

    kala senga mrnerafyudnv

  71. barara el bariroh berkata:

    aku memang tidak tahu apa-apa
    tapi aku ingin tahu yang sebenarnya
    maka bukan salah jika aku ingin seperti dia
    karena aku sudah mengetahuinnya

  72. Aufal berkata:

    bagiku Rumi adalah Cinta namun dia juga sama pemalu dengan diriku. dia berkata;
    “Tiada salahnya aku berbicara tentang cinta dan menerangkannya, tapi malu melingkupiku manakala aku sampai pada cinta itu sendiri.”
    (Maulana Jalaluddin al-Rumi)

  73. Dany berkata:

    “Sang pengembara sejati memfokuskan pencariannya kedalam dirinya sendiri dan membaca isi alam ini”

  74. arief berkata:

    ya Allah berikanlah pencerahan tuk hambaMU ini

  75. Rifqi Amalia berkata:

    sungai mengalir dengan iringan angin yang semilir, hadir padaku gelora pada jiwa yang sempat padam karena asa, cintaku bukan sebarang cinta dengan seribu rayu tapai cinta dengan rasa bergelut nafsu, nafsu untuk menjadi baik dan baik

  76. Ragiel berkata:

    Rumi bukanlah satu-satunya penyair di dunia ini,akan tetapi Rumi satu-satunya penyair yang menjadi INSPIRASI bagi penyair lainya…

  77. Me berkata:

    Apakah ada yang pernah baca buku karangan Hartono Ahmad Jaiz yang berjudul Tasawuf, Plurarisme dan Pemurtadan ??

    Di dalam buku tersebut diantaranya menyebutkan bahwa Tasawuf atau sufi adalah jalan menuju pemurtadan….

    • AS berkata:

      buku itu terlalu dangkal, kaku dan menyesatkan. tengoklah langit biru di atas kepala anda, ia begitu luas, indah dan penuh dengan rahasia. jangan bicara tentang islam sebelum menjelajahi luasnya semesta islam. rasulullah tampil di bumi dengan 3 bahasa, untuk tiga jenis manusia : bahasa umum untuk orang kebanyakan ( aam ).
      bahasa khusus untuk orang-orang tertentu ( khos ).
      bahasa klhususul khusus untuk orang-orang pilihan (khawasil khawas)

    • TOTOK berkata:

      Maklum maklum orang belum belajar banyak dan biasa agama dianggap cuma pikir dan gerak yah monggo terusin aja anda yang akan menanggungnya sendiri kok. kalau kita semua harus sama dengan nabi tanyai tuh guru yang ngajarin kamu punya kekayaan seberapa dia. kalau kaya Khomeini sih dia gentlemen dia gak pny apa2 sehingga ngomong kaya anda pantes.

    • Asril berkata:

      Masih ingat ketika perang di Shiffin antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyyah bin Abu Sufyan (keduanya adalah Sahabat-sahabat Rasulullah SAW), jangan sampai terulang lagi untuk saat ini bahkan sampai hari akhir nanti.

      Ambillah jawaban bijak salah satu dari 4 khulafaur rasyidin yang sangat terkenal (Ali bin Abi Thalib)atas pertanyaan seorang pengikutnya yang kebingungan yang tak tahu bagaimana harus menyebut orang-orang Islam dari Muawiyyah bin Abu Sufyan,apakah harus memanggil Kafir,murtad,munafiq atau apalah (semua yang tidak baik).

      “Mereka adalah orang Islam juga, mereka shalat, zikir, berdo’a kepada Allah seperti Ali dan para pengikutnya, MEREKA ADALAH SAUDARA-SAUDARA KITA YANG BERBEDA FAHAM DENGAN KITA” Ujar tokoh yang terkenal dengan kefasihan bicaranya dan ketinggian ilmunya.

      Adakah anda lebih baik dari Khulafaur Rasydin ini?
      atau anda sangat fasih bicaranya?
      atau bahkan anda mungkin sangat tinggi ilmunya?, sehingga anda menjadi anak bimbing dari Goebbels atau Hitler yang pintar sekali buat Propaganda.

      Astagrfirullah

      “Kebenaran hanya milik Allah, yang salah pasti punya saya”(itulah sebaik-baiknya kata yang harus ada pada diri muslim sejati)

  78. liya berkata:

    aku bukan penyair seperti mu,
    tapi ku ingin menjadi pecinta sepertimu..
    pecinta yg tak pernah sekarat..
    pecinta yg tak pernah yang tak pernah mati..
    dan pecinta yg sejati..

    ajari aku keluar dari kamar mandi ini
    agar ku bisa melihat hakikat api..
    betapa ku buta terhadap diriku sendiri
    dan betapa ku ingin mengenal diriku ini..

    rumah…
    betapa ku merindukannya
    ku benar benar tak tahu tentang rumah sejatiku
    tapi ku merasa dekat dengannya..

    ku ingin menjadi pelayan raja
    yang mengenal-Nya..
    dan begitu dekat dengan-Nya..
    melebur dengan cinta-Nya..
    menyatu dengan rahmat-Nya..

    sudikah engkau menerimaku menjadi muridmu
    ajarilah aku!!! aku mohon!!!!
    karena air mata ini selalu merindukanmu, saat membaca aforisme-aforisme sufistik mu..

    jika aku tak boleh masuk pada suatu ruangan,
    aku tak akan pasrah! Seperti kata mu.
    Namun ku akan mencari apa salah dan kekurangan ku..
    ku ‘kan memperbaikinya, hingga ku di izinkan masuk..

    sungguh!!
    ku ingin mengenal-Nya
    ku ingin dekat dengan-Nya
    ku ingin hasrat ku lenyap,
    dan tergantikan oleh hasrat-Nya..

    “Ya Tuhan, kosongkanlah bagian ‘dalam’ diriku dari godaan dan keasyikanbadaniyah. Murnikanlah pikiran yang kotor, jelek, dan melankolis, hingga tiada ketakutan lagi di sana. Hingga rasa aman itu mengejawantah, dan betul-betul jadi tempat wahyu-Mu. Biarkan di sana tidak ada jalan masuk untuk godaan setan dan iblis, sebagaimana Tuhan telah menempatkan meteor di dalam surga untuk menghalangi iblis dari malapetaka. Ya Tuhan, tempatkanlah pengawal kebaikan-Mu di atas batin kami untuk menjaga kami dari godaan setan dan tipuan jiwa badaniyah.”

  79. liya berkata:

    aku bukan penyair seperti mu,
    tapi ku ingin menjadi pecinta sepertimu..
    pecinta yg tak pernah sekarat..
    pecinta yang tak pernah mati..
    dan pecinta yg sejati..

    ajari aku keluar dari kamar mandi ini
    agar ku bisa melihat hakikat api..
    betapa ku buta terhadap diriku sendiri
    dan betapa ku ingin mengenal diriku ini..

    rumah…
    betapa ku merindukannya
    ku benar benar tak tahu tentang rumah sejatiku
    tapi ku merasa dekat dengannya..

    ku ingin menjadi pelayan raja
    yang mengenal-Nya..
    dan begitu dekat dengan-Nya..
    melebur dengan cinta-Nya..
    menyatu dengan rahmat-Nya..

    sudikah engkau menerimaku menjadi muridmu
    ajarilah aku!!! aku mohon!!!!
    karena air mata ini selalu merindukanmu, saat membaca aforisme-aforisme sufistik mu..

    jika aku tak boleh masuk pada suatu ruangan,
    aku tak akan pasrah! Seperti kata mu.
    Namun ku akan mencari apa salah dan kekurangan ku..
    ku ‘kan memperbaikinya, hingga ku di izinkan masuk..

    sungguh!!
    ku ingin mengenal-Nya
    ku ingin dekat dengan-Nya
    ku ingin hasrat ku lenyap,
    dan tergantikan oleh hasrat-Nya..

    “Ya Tuhan, kosongkanlah bagian ‘dalam’ diriku dari godaan dan keasyikanbadaniyah. Murnikanlah pikiran yang kotor, jelek, dan melankolis, hingga tiada ketakutan lagi di sana. Hingga rasa aman itu mengejawantah, dan betul-betul jadi tempat wahyu-Mu. Biarkan di sana tidak ada jalan masuk untuk godaan setan dan iblis, sebagaimana Tuhan telah menempatkan meteor di dalam surga untuk menghalangi iblis dari malapetaka. Ya Tuhan, tempatkanlah pengawal kebaikan-Mu di atas batin kami untuk menjaga kami dari godaan setan dan tipuan jiwa badaniyah.”

  80. suffe bukan ahli sufi berkata:

    rumi…
    ketika aku mmbaca syair2mu..aku terlihat kita adalah satu tp cerminku tak seindah cerminmu..
    namun segalanya adalah satu..
    cermin keagungan wujud hakiki

  81. zainora hendra berkata:

    saya teringat saat saya membaca diperpus.ummuh riwayat “jl”saat para ahli dokter mesir menguji beliau ,mereka mengatakan darahlah yang menghidupkan manusia lalu “jl”memotong kedua urat nadinya dan mengeluarkan darahnya sampai habis tapi beliau tetap hidup,kedua saat duduk dijalan “jl”didatangi orang berkuda dan menanyakan “siapayang paling suci””jl menjawab Nabi Muhammad,tapi malah dibantah oleh orang itu (syamsudin)apakah 2 kejadian yang saya baca dibuku itu benar adanya .

  82. dewa api berkata:

    sufi selalu jempol

  83. buih lepas berkata:

    menarilah di jalan Rumi
    raih lah cinta Ya Rabbi
    dengan Kelembutan sang Kekasih
    tebarkan lah trus buih-buih rumi
    balutlah kelembutan sang Kekasih dengan syair Rumi
    persembahan untuk Maha Raja
    cintaku cintamu dan cintanya
    jalan menuju sang pemilik cinta

  84. fawa al-ashfihani berkata:

    subhanaallah,,,,,,

    seluruh puisi puisi jalaludin rumi menjadi motivasi bagi saya semoga amal ibadah beliau di trima di sisi allah,,,,

    amiiiin,,,,

  85. Abdul Zainul Tamima berkata:

    Aku puji dia lantaran dia pantas dipuji!
    Aku puji dia bukan lantaran dia senang dipuji!
    Tapi aku puji dia lantaran Allah semata..
    Aku puji dia lantaran ilmu yang dimilikinya..
    Aku puji dia lantaran dia begitu merindu dan begitu mencinta kekasihnya itu..
    Aku puji dia lantaran dia adalah seorang pencinta sejati dan seorang pencinta abadi..
    Dan aku puji dia lantaran hatinya!

    aku bangga lantaran Rumi milik mereka dan merekapun memilikinya!
    Tak peduli mereka percaya atau tidak!?
    Terlebih lagi, Rumi milik kekasihnya dan kekasihnyapun memilikinya!
    Berdua menari merambah dua dunia.
    Berdua menari jaya sepanjang masa..
    Berdua menari dan bersenandung tentang kebenaran yg hakiki dan tak pernah berhenti..

  86. fitria arisanti berkata:

    Asssalmu’alaikum..wr.wb….Allah memberikan kelembutan hati manusia melalui syair..terima kasih saya bisa membaca biografi Jalaludin Rumi.wassalamu’alaikum..wr.wb.

  87. maliawan berkata:

    nabi muhamad berasal dari manusia yg menjadi hebat setelah berzikir/bereditasi di gua hira. manusia berumur berapa si dia.. apakah dengan umurnya yg pendek itu dia sudah pernah menginjak semua yg tak terbatas ini. fanatik yg membabi buta selalu membuat orang mati pada tanda titik, jika anda membenarkan satu warna hidup anda percaya allah tapi menentang tuhan. rumi tak berhenti pada tanda titik, sedang muhamad mati pada satu titik

  88. maliawan berkata:

    nabi muhamad berasal dari manusia yg menjadi hebat setelah berzikir/bereditasi di gua hira. apakah dngan umurnya yg pendek itu dia sudah pernah menginjak semua yg tak terbatas ini. fanatik yg membabi buta selalu membuat orang mati pada tanda titik, jika anda membenarkan satu warna hidup anda percaya allah tapi menentang tuhan. rumi tak berhenti pada tanda titik, sedang muhamad mati pada satu titik

  89. saya percaya dengan mohamad, tapi bukan OTORITAS ANDA dan kalimat dogmatis anda yg mengatakan paham lain SESAT, karna anda sendiri akan tersesat ke satu pemahaman saja tanpa mampu kembali ke pemahaman HOLISTIK. ORANG SESAT akan senang dengan satu kalimat dogmatis, orang bijak senang dengan banyak KALIMAT HOLISTIK. sy ykin mohamad tak prnah bkata ajran lain sesat, jk ia berkata demikian berarti….

  90. alghiffary berkata:

    aq tak bisa berucap..
    tarian cinta diatas cinta,,mnyelami makna dalam hakikat menuju ekstasesang Raja abadi,,
    aq tak bisa berucap.

  91. muhammad ronny jillian berkata:

    Berkacalah wahai sahabat2ku……..

    …jangan lah engkau perdebatkan. Apa itu sesat dan tidak….karena kita sama2 mencari dan belajarr mencinta allah… Bersukurlah kalian .

  92. kukuh berkata:

    sekarat
    merapi meletus
    jiwa seorang manusia hanyut dalam air mata
    wahai saudara jangan kau menangis
    terseduh gejolak manusia mengupat
    seribu harapan di sana
    085727517223

  93. kukuh berkata:

    harapan jatuh di tangan pemipin
    rakyat jatuh sakit, sahaya pemilu korupsi

  94. kukuh berkata:

    hukuman seorang pemimpin jatuh dalam buih penjara kpk

  95. huda berkata:

    Astaqfirullah!! Berusahalah untuk mengetahui isi AlQuran yang juga Al Furqan (PEMBEZA ANTARA YANG BENAR DAN BATIL) SEBELUM MENGKAJI NASKAH CIPTAAN MANUSIA (iaitu mahluk ciptaan ALLAH)Kalau kamu itu MUSLIM lah. Sebab setiap akal, mata, telinga, dan komen dari mulut itu akan ALLAH pertanggungjawapkan. Ya ALLAH beri Taufik dan Hidayah kepada muslimin dan muslimat. Amin!

    • ezan berkata:

      Aku peroleh ilmu dr Rasulullah berupa 2kantung…
      1kantung telah ku taburkn..
      yg lagi 1kantung kalu ku taburkn nescaya kamu akn memenggal leherku….
      -Abu Hurairah-

      Al-wasi’q nama tuhan yg maha luas..
      jgn sskali bprangsangka buruk pd ilmu yg kite tidak pnah dgar..
      Islam itu seni…seni yg sgt halus
      lembutkn lh hatimu,halusi lh jiwamu utk mngenal dgn yg maha halus.
      mnarilh mngikut irama agar tidak mnjdi manusia yg hanye btopengkn muke.

    • TOTOK berkata:

      yah ada calon pencela lagi. kok selalu ajaran nabi dilihat cuma dari depan aja sehingga orang yang melihat ajaran nabi dari samping disalahkan kan berarti dia belum tahu. yah tak maafkan kok orang memang perlu banyak belajar.

  96. farand berkata:

    Hai kau para kaum yang tidak mencari tahu dan tidak mau tahu, jika diberi sesuatu jangan langsung ditelan mentah-mentah. dalam al qur’an terdapat kata dalam kurung itu hanya tafsiran manusia saja, sesungguhnya di dalam kurung itu belum tentu benar. coba saja terjemahkan bahasa arabnya ke indonesia, apakah ada kata yang didalam kurung pada saat di terjemahkan pada bahasa indonesia? tentu tidak ada. apakah mau manusia-manusia tersebut bertanggung jawab atas tafsirannya tersebut?
    coba renungkan tulisan saya dibawah ini, lalu sadarilah.

    saya pernah berucap “AKU BERSAKSI”
    makna kata bersaksi itu apa? tentu menyaksikan atau bisa disebut melihat dan mendengar.
    sadarkah kalian bahwa kalian telah mengucapkan “AKU bersaksi” tapi tidak pernah menyaksikannya?
    kurang yakinkah kalian dengan kenyataan yang ada?
    salam

  97. [...] Biografi Jalaludin Rumi (via Dunia Penyair ~ Himpunan Puisi Klasik Dan Moden Sepanjang Zaman) Posted on Februari 16, 2011 by mhdabduh| Tinggalkan komentar   Mawlana Jalaludin Rumi Oleh Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani ( Grandson of Mawlana Rumi ) “Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan, Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah pa … Read More [...]

  98. muslimah berkata:

    sala..
    aduh serem denger pujian-pujian yang terlalu berlebih untuk rumi…
    perlu di ingat!!Allah memberikan potensi tidak semuanya possitive bisikan setan selalu merasuk kepada orang2 shaleh..
    bisa kah kita hanya merujuk n mengagumkan apa yang kita miliki yaitu Allah Azza Wa Jalla..Alquran Alkareem..n sunnah Nabi Shalallahu Alaihi wasalamm yang shahih?….
    hati ini mudah terkoyak kawan…jangan cepat terlena dengan kata2..dengan perbuatan yang seberti benar padahal salah..
    ayolah kita mohon petunjuk Allah…syetan selalu membuat sesuatu yang salah menjadi bain dan nikmat…
    tarian n syair seperti itu membuat kita terlena tapi…kita tidak boleh mengikutinya….
    taukah anda nikmatnya dzikir yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW…membaca Alquran..shalat dengan khusyuk…shalat malam,,,dan ibadadah 2 lainnya…
    itu semua melebihi syair2 rumi buatan manusia potensi yang sangat luar biasa tp tidak sesuai dengan ajaran islamm…
    kita harus mengetahui bagaimana bahayanya jika kita tidak beribadah dengan tuntunan Alquran dan sunnah…
    saya harap ketika anda semua membaca posting saya ini..tenagkan diri anda..berfikir secara jernih..hilangkan ego di dalam diri…saya juga tidak menelan matang2 bahwa ajaran rumi ini tidak boleh…saya sudah mencari kebenaranyya Alhamdulillah..

    terima kasih…mudah2an kita dapat bicara dengan baik2…setiap orang memiliki pandangannya masing2 dan Hidayah hanya Allah yang memberi walaupun kita sudah berusaha keras…wallahu a’lam…

    wassalamualaikm warahmatullahi wa barakatu…

  99. Abdul Zainul Tamima berkata:

    Saya ingin bertanya kepda anda yang mengatakan ajaran sufi itu sesat. Katakan padaku kalo ajaran sufi itu sesat???? Kenapa ajaran itu bahkan Rasulullah SAW sendiri tidak pernah melarang mereka yang ingin mengenal Allah. Bukankah Sufi = tasawwuf = ma’rifatullah = mengenal Allah = tingkatan tertinggi dalam islam ini. Kenapa harus sesat??? Bgtu banyak cara untuk mengenal Allah SWT.
    Saya jadi bingung sebenarnya bagian mana yang anda maksud dengan sesat ini?? Dan manakah yng duluan, apakah syariat, hakikat, tarekah, ma’rifat ataukah ma’rifat, tarekah, hakikat, syariat??? Tolong beri penjelasan?? Dan sepertinya anda adalah orang yang begitu mengerti????
    Darimana anda tahu kalo rumi itu sesat?
    Sudahkah anda liat dia berada di neraka?
    Kalo sudah baru saya percaya apa yang anda katakan di blog ini!!!
    Dan bahkan bisa saya katakan bahwa anda sendiri tidak tau apakah tempat anda di syurga atau di neraka, btul bukan??
    Terus darimana Karamah dan Mu’jizat yang diberikan Allah kepada orang2 yang dicintai-Nya kalo bukan dengan jalan ini!????
    Jangan anda bawa2 Al-Hadits dan Al-Quran Al-Karim dalam hal ini! 2 hal itu terlalu suci.
    Anda berkata begini dan begitu tapi anda sendiri tidak begitu mengerti dengan masalah ini.
    Sungguh menyesal saya katakan kepada anda dengan gampang anda mengatakan sufi itu sesat, padahal anda sendri tidak mengerti apa itu sufi,, naudzubillah..
    Terus darimana Karamah dan Mu’jizat yang diberikan Allah kepada orang2 yang dicintai-Nya kalo bukan dengan jalan ini!????

    Semoga Allah memberikan cahaya penerang bagi mereka yang ingin mengenal-Nya,, aamiiin.

  100. Abdul Zainul Tamima berkata:

    Untuk mba muslimah:

    memang betul dengan yang anda katakan. Saya setuju dengan itu.
    Jangan terlalu memuji rumi dengan berlebihan.

    Saya memuji rumi lantaran ilmu yang dimilikinya bukan ingin memujanya.

    Terima kasih

    :))

  101. Kata Hati berkata:

    Assalamualaikum, kalaulah tanpa Beliau-beliau Para pendahulu kita yg dgn gigih memperjuangkan Islam belum tentu hari ini kt Islam. Musuh mereka banyak, bukan sekedar pejabat dan raja yg zhalim, tapi jg dukun, tukang sihir, dan ilmu-ilmu mistik para pemuja aliran hitam, Beliau2 melaluinya dengan kemenangan gemilang hingga anda dan saya hari ini Memeluk Islam! Boleh saja belajar ilmu untuk Otak, tapi tdklah cukup pengetahuan otak untuk melawan Ilmu hitam yg tdk kasat mata! utk direnungkan, Wassallam!

  102. Abdul Zainul Tamima berkata:

    Darahpun tertumpah dari percik-percik darah Al-Hallaj,
    melarik ke awan dan langit biru

    LAA ILAAHA ILLA ALLAH,

    yang asli tanpa cela, tanpa ragu, terang benderang dalam naungan bendera asmara.
    Mengguncang sungai

    LAA ILAAHA ILLA ALLAH,

    yang mengalirkan semua air dari hulu ke muara,
    yang mengalirkan semua dalam jalan,
    tao, yang benar mengguncang segala,

    LAA ILAAHA ILLA ALLAH,

    yang senangtiasa memancar dalam iluminasi segala,
    iluminasi wujud azali, tiap saat, tiap waktu, tiap percik, tiap ruang,
    dan tiap segala yang tak bisa diungkapkan dalam waktu ataupun ruang

    …………………………..

    Diam dalam ketunggalan tiada taranya,

    LAA ILAAHA ILLA ALLAH,

    nan hanya diketahui olehnya dalam tahap pertama setelah keghaibannya,
    terhadap dirinya sendiri,
    akal segala, akal mahasempurna,

    MUHAMMADAR RASULULLAH,

    Syahadat sempurna…………
    Tertuliskan dengan LAA merah muncrat dari hati,
    Dan bertahtakan lengkap SYAHADAR memerah sukma.

    Darahpun menetes,
    menuliskan saksi demi saksi ketunggalannya…………….
    SYAHID HUSAIN BIN MANSYUR AL-HALLAJ

    (GELORA CINTA ABADI RUMI)

    saya setuju dengan bang ezan

  103. subhan berkata:

    kalau allah membuka hijab seseoarang tak ada tembok apapun yang menghalangi dan dengan cara apapun perjalan kekasih allah menuju ke marifatulah…
    allah maha tahu hati hambanya…
    jangan kalian berpikir ibadah hanya sholat jangan pikir ibadah itu sempit ibadah itu luas karena allah maha luas dan pimkiran manusia hanya terbatas tidak cukup 10000 tahun untuk mencari ilmu allah yg luas…
    banyak perilaku para rasul para sufi para wali yang tidak bisa kita nalar dengan akal kita karena semua yang dilakukan para kekasih itu kehendak allah karena para sufi sudah di bka mata batin mereka atas kehendak allah barang siapa yang di kehendakinya maka allah akan buka mata hati mereka…
    para sufi lebih paham dari kita bagaimana hukum islam fqih al-quran al-hadist beliau tahu mana halal mana yg haram beliau mana yang dosa mana yg amal baik maka jangan menilai apa yang dilakukan beliau itu keluar dari ajaran islam “wong kita aja masih perbuat dosa baca qur’an aja masih salah hadist aja gak hafal sholat pun msh mikir dunia sudah berani bilang bid’ah atau apapun.!??? kecuali kalian emg bersih dari dosa bolehlah kalian ngomong kayak gitu
    “benerin aja diri kita sendiri sebelum benerin org lain kritik diri kita sendiri sebeum mengkritik org lain ini bukan kritik atau apapun krn belum tentu saya benar karena kebenaran milik ALLAH AZZA WAJALA”

  104. wong awam berkata:

    assalamu’alaikum

    bukankah musik itu diharamkan syariat?

    afwan, ana minta penjelasan saudara2ku skalian

  105. nita berkata:

    setau saya wali songo enyebarkan islam di tanah jawa juga dengan musik n kebudayaan gan :) untuk seorang wali saya kira lebih tau mana yg haram dan tidak….. :D

  106. Abdul Zainul Tamima berkata:

    Utk bang Awam:

    Hahahaha…
    maaf bang..menurut saya abang lucu deh mengjukan pertanyaan itu.
    sekali lagi maaf ya, bang. bukan mksud saya menyinggung abang..:)
    jangankan lagu bang, dalm al hadits saja syair itu hukumnya haram bang.
    dari sekian banyak sahabat Rasulullah SAW saja yang di perbolehkan berlagu dan bersyair cuma 1 orang, bang..:)
    saya lupa nama sahabat tersebut, tapi sempat saya baca di kumpulan hadits shahih Riyadush Shalihin karya Syeikh Imam Nawawi buku jilid ke-1.

    alhamdulillah islam dibuat sesuai oleh Allah SWT dengan adat dan istiadat yang berlaku dalam sebuah kota dikala memasukinya.
    dan kebetulan di indonesia, pada saat itu kondisinya seperti itu..
    masa kita harus menyiarkan islam diharuskan mengikuti pada zaman jahiliyah?
    aduuuhhh….nggak kebayang deeeh…mo jadi apa indonesia ini bang? :(

  107. wong awam berkata:

    @Abdul Zainul Tamima: thanks bang

  108. wong awam berkata:

    @Abdul Zainul Tamima: punya fb kang?

  109. robby berkata:

    Sabar teman,berfikirlah jernih tentang dua insan tsb. Jangan terjebak dengan perangkap yang telah disiapkan oleh musuh2 kita semua,.Makhluk paling mulia di alam ini merupakan manifestasi terhadap apa yang dimaksud dengan “taqwa” Dialah contoh,panutan sempurna di bumi ini (Muhammad SAW),.adapun sufi tsb,.kita semua hidup dimasa yang berbeda dengan beliau,.boleh jadi jika kita dilahirkan di kota Konya tidak menutup kemungkinan kita merupakan bagian dari kelompok_nya,..
    Tetapi ingatlah kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT,..semoga kita termasuk didalam_ny

  110. ekosuyatno berkata:

    dari keluarga aku ambil untuk mencintai MUHAMAD rosulullah, dari lingkungan, guru sekolah, guru mengaji, kenapa tidak….. !!!!!!!!!! saat aku membaca karya rumi, ibnu athailah, imam al ghazali atau syeh abdulqodir jaelani.tujuanku hanya satu belajar mengenal MUHAMAD rosulullah, sehingga aku bisa mencintai dan mengikuti jalanya. jalan untuk menuju kepada NYA . hanya DIA . saudaraku semua { yg pro /contra} kalian adalah saudara, sama sama hamba yang lagi berproses , aku mencoba untuk menjalankan kewajiban yg diamanatkan kehidupan kepadaku ini, setelah aku koreksi { menurut pemahaman sementara ini} hidup tidak pernah menyuruh aku untuk menghakimi / menunjuk seseorang itu sesat. krn menurutku itu hanya haq nya ALLAH . bagi yg mengagumi rumi ,,,,, semoga lebih mendekatkan anda kepada tujuan anda. bagi yg lain kami berterima kasih atas kesediaan anda mengingatkan kami semua, bahwa mereka semua adalah cuma {bukan unt mengecilkan} sarana untuk mengenal dan mencintai MUHAMAD rosulullah, sehingga kita tidak terjebak dalam ketokohan dan lupa akan tujuan awal. waspada niat serta fokus tujuan.{ kalimat saduran} {AKU ciptakan jalan hambaKu kepadaKU sebayak hamba ciptaanKU} selamat berproses semoga sampai kepada tujuan AMIIIINNN

  111. mustofa berkata:

    yang jelas… rumi tidak sekonyong-konyong jadi guru, melalui proses mengaji, beribadah dengan tekun, dan mempunyai pengaruh besar dalam kesufian, coba berapa ribu orang yang tergugah dan semakiin mantap keyakinan terhadap tuhan dengan wasilah Rumi, kuatlitas seseorang ada baik ny di lihat dari kontribusi ny dulu, karena urusan pribadi rumi, itu urusan dia dengan tuhan nya,
    maaf saja menurut saya sungguh terlalu yang mengatakan rumi sesat, seberapa besar pengalaman spritual anda, dan seberapa banyak orang dapat hidayah wasilah anda, sungguh sama dengan membandingkan antara langit dan bumi, antara kita dan rumi…..
    allohuma igfir dunubahu, wa infa’ ulumahu.. amin…

  112. fa berkata:

    ya rumii bukan sekoyong2 jadi sufi setelah jadi ustad di masdrah ngajar syareaat ,.,,, baru bertahun kemudiaan ia jadi sufi …. dialah seorang fisafat …anda jangat mengatakan bahwa orang yang mengatakan Tuhan tiadak ada … atau tolong kamu buktikan tuhan tidak ada ,,, tau kenapa tidak superman aja yang terima wahyu biar umatnya banyak ,, kenapa muhamad yang miskin ,buta huruf ,tidak sekolah yatim piyatu yang teiam wahyu ????? apakah ini sesat

  113. Ahlisuunah berkata:

    dalam agama juga ada tingkatan seperti sekolah umum
    tingkatan Rumi dalam agama adalah thareqat,,
    di atas syareat.,
    anda sekarang masih dalam tingkatan syareat, apa thareqat, apa lebih tinggi lagi??
    lebih tinggi tingkatan anda, maka dapat mengenal Allah lebih dekat
    Rumi adalah orang yang memeluk agama islam, dan ia menyembah Allah, kenapa ada yang bilang sesat?
    dia bukan musuh kita,,,
    Alah berpesan pada Nabi Adam, bahwa musuh kamu (bangsa manusia) yang nyata adalah setan, saya ulangi SETAN,!!!
    mungkin Rumi berdzikir dengan caranya,, anda terserah berdzikir dengan cara anda
    apa yang baik kita ambil, apa yang buruk kita tinggal
    Allah maha kaya, salah satunya kaya ilmu, mungkin sepercik ilmu dari Allah, Allah berikan kpd Rumi yang mau mencari ilmu (ia juga menuntut ilmu/berguru tidak dari satu orang)
    Rumi adalah guru besar yang bisa membuat syair2,,, ngk salah juga kl ada yang mengagumi,, sebagaimana mengagumi orang hebat yang lain, seperti (pemimpin) Soekarno, Gusdur, Habibi, Jokowi, Dahlan, atau artis, dll
    namun Rumi bukan lah Nabi/Rasul yang patut kita sembah atau puja berlebihan,,, kita bersholawat atas nama Nabi besar Muhammad SAW,

    mari kita menjaga kewajiban kita (sholat 5 waktu) dan menambah amalan sunnah kita….
    mari kita beribadah karena Allah, jangan karena takut neraka dan ingin surga, atau ingin dipuji orang
    Allah mencaiptakan manusia dan jin hanya untuk menyembahnya…
    mari kita berlindung kepada Allah dari godaan syetan (surat Annas)
    syetan menggoda manusia dari segala arah untuk menuju kekafiran (sebagai temannya di neraka)
    namun syetan tidak akan menggoda manusia yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah
    mari kita bersholawat agar mendapat syafaat dari nabi kita “Muhammad Yarosullah”
    dan jaga ukhuah (tali persaudaraan) islam,,

    DAN SAYA BENCI “TERORIS” YANG SELALU MENGHANCURKAN KEDAMAIAN DAN KETENTRAMAN, .
    NABI MENGAJAK MANUSIA UNTUK MASUK ISLAM BUKAN DENGAN CARA SEPERTI TERORIS..

    semoga bermanfaat, , akhirussalam
    Robbana atina fidunya hasanah, wafil akhiroti khasanatau waqina adza bannar…
    washollowohu a’la sayidina muhammad wa a’la ali sayidina muhammad
    walkhamdulillahirobil a’lamin..
    Aamiin..3x Yarobal alamin…

  114. hanif berkata:

    jalan yang istemewa menuju ke hadapan tuhan,,, itulah thoriqoh sang maulana Rumi…

  115. aimumia berkata:

    LA HUWA ILLA HUWA

    • مجنون berkata:

      سيدنا علي بن أبي طالب كرم الله تعالي وجهه : و في فنائ فنا فنائي # و في فنائي وجدت أنت .

  116. garrakazekage berkata:

    banyak jalan menuju roma

  117. garrakazekage berkata:

    banyak jalan menuju roma..apalagi menuju Tuhan. Itu urusan sangat pribadi. Nabi Muhammad pernah berkata bahwa tidak ada satupun manusia yang dapat menilai keimanan seseorang. Bahkan seorang nabi pun.

  118. azhari tarmizi berkata:

    Aku bukanlah orang Nasrani, Aku bukanlah orang Yahudi, Aku bukanlah orang Majusi, dan Aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampaui gagasan sempitmu tentang benar dan salah. Sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni” tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.

  119. Eviyana berkata:

    Waw . . Subhanallah . .

  120. mubarok berkata:

    ha haaaaay saya hanyalah pembaca sbagai pembanding d antara para comenter terimakasih dan terimakasih…….

  121. wahyu effendi berkata:

    bagi kalian yang berkomentar…dan menganggap Rumi telah mati… itu salah besar… Rumi selalu hidup… bahkan Rumi selalu hadir dalam jiwa2 yang menghadirkannya…
    terberkatilah kalian yang hidup bersama Rumi,
    Dia adalah Rumi dan Rumi adalah kalian
    kalian adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika
    kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya..

  122. LamYaNun berkata:

    MasyAllah, SubhanAllah, pada dasarnya hanya HATI yang merasa akan kewujudan cinta Allah yang mampu menghuraikan dalam hati sendiri. Tidak mampu meluahkan pada yang lain…..

  123. shf berkata:

    Dalam Al-Qur’an sendiri kita diperintahkan untuk membaca. Selain Al-Quran yg utama, saya rasa tidak ada batasan untuk membaca dan mengkaji apa saja, termasuk syair-syair karya Rumi. Tidak ada salahnya juga mengagumi orang yg lebih di atas kita. Yg mengatakan sesat, bid’ah atau apa tolong jangan liat sesuatu dari satu sudut pandang aja. Perbanyak baca buku, jangan cuma satu buku sebagai patokan. Siapa tau satu buku itu kebetulan buku yg salah diantara ribuan buku yg lebih benar. Terimakasih :)

  124. ari sudono berkata:

    artikel yang bagus, makasih

  125. Puisi Jalaluddin Rumi, selalu indah..

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers

%d bloggers like this: